Setoran PAD Kecil, Solihat Didesak Rampingkan Pegawai PDAM Tirta Patriot yang "Over Load"

Sulistyo Adhi | Senin, 04 Mei 2020 | 20:26 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Sekretaris Rumah Aspirasi Bekasi Azka Zine menyatakan bahwa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Patriot Kota Bekasi terindikasi kuat dengan sengaja melanggar Permendagri nomor 2 tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian Perusahaan Daerah Air Minum.

Di dalam pasal 5 (b), kata Azka, disebut dengan jelas bahwa paling banyak 3 (tiga) orang Direksi untuk jumlah pelanggan dari 30.001 sampai dengan 100.000.

Dengan jumlah sambungan pelanggan kurang dari 30.000, PDAM Tirta Patriot secara jelas melanggar aturan tersebut," ujar Azka kepada RAKYATBEKASI.COM, Senin (04/05).

Lebih lanjut Azka menuding bahwa gemuknya postur jumlah pegawai perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kota Bekasi itu, tidak sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku yakni satu (1) karyawan per seribu (1.000) pelanggan.

“Direktur utama harus transparan dan menjelaskan tentang overload-nya jumlah pegawai di PDAM Tirta Patriot. Saya melihat indikasi nepotisme yang kental dalam perekrutan pegawai tanpa seleksi, menambah bengkak beban biaya gaji pegawai. Sehingga berakibat jumlah PAD yang disetor ke daerah semakin kecil dan sedikit," bebernya.

Atas buruknya kondisi tersebut, Azka mendesak Direktur Utama PDAM Tirta Patriot segera merampingkan gemuknya postur pegawainya. Karena jika jumlahnya melebihi kapasitas, akan menyebabkan kinerja pegawai berkurang dan hanya makan gaji buta.

"Segera lakukan perampingan dengan mengadakan uji kompetensi pegawai, sehingga beban biaya gaji pegawai berkurang dan setoran PAD untuk Kota Bekasi bisa meningkat," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar