Retribusi Tera Diduga Bocor, LSM KOMPI Desak Bupati Bekasi Evaluasi Disperindagkop dan UMKM

Sulistyo Adhi | Rabu, 22 Juli 2020 | 08:23 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - Retribusi Tera disinyalir mengalami kebocoran. Pasalnya, retribusi tera yang dikelola Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Kabupaten Bekasi memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terlalu kecil, jika dibandingkan dengan potensi yang ada.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum LSM Komite Masyarakat Peduli Indonesia (Kompi), Ujo kepada Awak Media, rabu (22/07/2020).

Menurut Ujo, dugaan terjadinya kebocoran retribusi Tera tersebut sangat beralasan, sebab hingga kini perolehan retribusi Tera Kabupaten Bekasi yang hanya sebesar Rp7 miliar dinilai sangat minim bila dibandingkan dengan potensi industri.

"Pantauan Kompi, pendapatan retribusi Kabupaten Bekasi dari Tera sangatlah kecil, apabila kita bandingkan dengan sejumlah potensi yang ada, Kadis Abdul Rofiq tidak bisa melakukan peningkatan PAD dalam sektor Tera," kata Ujo.

Dikatakan Ujo, berdasarkan regulasi yang ada, peneraan barang yang bisa dilakukan Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi ada beberapa jenis barang, dan hal itu sangat besar dan luas. Hal itu bila kita melihat dari adanya industri, pasar dan stasiun pengisian bahan bakar.

Sehingga apabila kita hitung dari potensi tersebut, perolehan PAD Kabupaten Bekasi dari retribusi Tera yang hanya sebesar Rp7 miliar tidak beralasan dan terlalu minim. Dan perlu mendapat perhatian serius dari sejumlah, termasuk Bupati Bekasi.

"Ada banyak industri, pasar dan stasiun pengisian bahan bakar, sehingga retribusi Rp7 miliar itu sangat minim, saya menduga ada kebocoran anggaran di sektor ini, apa lagi kabupaten Bekasi zona industri tentunya anggaran dari tera harus lebih banyak, Bupati harus segera mengevaluasi dinas tersebut " beber Ujo.

Menurut catatan Kompi, ada sekitar ratusan mesin pengisian BBM yang tersebar di Kabupaten Bekasi, begitu juga dengan timbangan yang ada di puluhan pasar yang ada tersebar. Selain itu, ada juga meteran yang wajib dilakukan peneraan.

Apabila potensi perolehan retribusi tersebut benar-benar dilakukan dengan optimal, dan dikerjakan dengan profesional. Maka penerimaan PAD Kabupaten Bekasi dari retribusi Tera sangat besar.

"Bila retribusi Tera dikelola dengan profesional dan Benar tentu penerimaan retribusi Tera bisa melebihi angka tersebut, Terkecuali ada oknum Pejabat yang bermain mencari keuntungan," pungkas Ujo. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar