Warga Jatimulya Tolak Rencana PT Adhi Karya Tutup Akses Jembatan II

Sulistyo Adhi | Senin, 24 Agustus 2020 | 11:25 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) bersama warga Kelurahan Jatimulya kabupaten Bekasi "Menolak" rencana dilakukannya penutupan dan pembongkaran Jembatan II Over Pass KM 13+800 Jatimulya, yang merupakan akses jalan utama warga Jatimulya oleh pihak PT Adhi Karya (persero).

Rencana penutupan Jembatan II ini lantaran pihak Adhi Karya akan membangun depo proyek transportasi MRT (Mass Rapid Transit) dan LRT (Light Rail Transit) di area tersebut.

Ketua ARB Bekasi Raya, Machfudin Latif seusai mengikuti rapat bersama warga, tokoh masyarakat, pemerintah setempat di Aula Kantor Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (15/08/20) sore, tak mampu menutupi kekecewaannya karena pertemuan tersebut tidak dihadiri oleh perwakilan pihak pelaksana pembangunan proyek yakni PT Adhi Karya (persero).

"Bahwa hasil kesepakatan bersama dalam rapat musyawarah untuk mufakat tersebut, telah memutuskan MENOLAK rencana penutupan akses jembatan penyeberangan Tol di sekitar proyek pembangunan MRT dan LRT," ujar Latif.

"Secara de Jure, rapat bersama warga masyarakat Jatimulya menurut saya pribadi, dan kawan-kawan ARB serta pemuda tidak memenuhi quorum karena tidak semua unsur rapat hadir pada agenda rapat ini. Hal ini dikarenakan tidak ada satu unsur yang hadir disana, yaitu pihak pelaksana pembangunan proyek," terangnya.

Penolakan keras atas rencana penutupan akses Jembatan II oleh pihaknya menurut Latif adalah hal yang wajar karena jembatan tesebut merupakan akses penting bagi warga, mengingat kedua jalan utama yang lain kerap kali tenggelam diterjang banjir dengan ketinggian yang luar biasa.

"Jadi kami tegas dalam rapat tadi, bahwasanya meminta pihak Kelurahan Jatimulya beserta pihak terkait dalam waktu dekat sebelum tanggal pelaksanaan penutupan dan pembongkaran, harus segera melakukan rapat ulang bersama warga Jatimulya dengan melibatkan pelaksana pembangunan, yakni PT Adhi Karya (persero) Tbk," sambungnya. 

Jika penutupan tersebut tetap dilakukan, lanjut Latif, pihaknya beserta segenap elemen masyarakat dan pemuda akan terus melakukan perlawanan dengan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran terhadap rencana penutupan dan pembongkaran jembatan II over pass kalimalang.

"Jika tidak, kami akan turun ke jalan dan menutup akses jalan proyek pembangunan, apalagi rencana penutupan jembatan tanpa sepengetahuan warga dan pihak Kelurahan Jatimulya," ucapnya.

Sementara itu Lurah Jatimulya, Charles Mardianus usai rapat memberikan keterangan bahwa warga sepakat menolak penutupan jembatan yang merupakan akses jalan jalur utama warganya tersebut. 

"Rencana penutupan permanen akses jalan Jembatan II mendapat penolakan dari seluruh warga Jatimulya. Warga saya secara bersama sudah menyatakan sepakat menolak penutupan jalur jembatan tersebut, sebelum ada solusi dari pihak pelaksana," kata Charles.

"Warga telah berkumpul bersama untuk melakukan dialog mencari jalan keluar untuk permasalahan terkait penutupan jembatan melalui musyawarah, sayangnya pihak pelaksana proyek tidak hadir, padahal telah diundang secara resmi," ujar Charles. 

lebih lanjut Charles mengaku bahwa pihaknya mengetahui rencana penutupan akses jalan tersebut dari warga, meskipun spanduk pemberitahuan penutupan permanen akses jalan jembatan telah terpasang, terhitung mulai 3 September 2020 mendatang.

"Tidak ada pemberitahuan secara resmi rencana penutupan akses jalan jembatan dari pihak pelaksana pembangunan proyek, saya mendapatkan informasi dari Ketua RW," tutupnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar