Nasib Linggom F Lumbantoruan Di DPP

Ardi Moh | Rabu, 13 Januari 2016 | 09:18 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, BEKASI TIMUR - Anggota Fraksi Hanura DPRD Kota Bekasi Linggom F Lumbantoruan yang terlibat kasus kencing BBM, hingga sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Sekretaris DPC Hanura Kota Bekasi, Syaherallayali Mengungkapkan, Jika pihaknya belum menerima kabar terkait keberadaan Linggom yang juga merupakan anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi itu." Belum ada informasi terbaru, partai masih belum tahu kabar pak linggom," Katanya.

Lanjut Bang Rall sapaan akrabnya, DPC Hanura Kota Bekasi sudah melayangkan surat kepada DPD Hanura Jawa Barat agar segera mengkomunikasikan ke DPP terkait nasib kedepan Linggom di partai Hanura." Secara mekamisme kita sudah mengirim surat ke DPD Hanura jabar, nanti dari DPD yang akan Mengkomunikasikan ke DPP baru diputuskan, Kami hanya menunggu hasil dari Pusat, Nasib pak Linggom di Partai tergantung DPP," Ujarnya.

Mengenai kabar akan di Eksekusinya Linggom oleh  Kejaksaan  Negeri (Kejari)  Kota  Bekasi, pihak hanura, Kata Syaherallayali akan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak penegak hukum." Kita tidak akan mencegah penegak hukum," Ujarnya.

Dirinya pun membantah jika partainya melindungi dan menyembunyikan Linggom, Dan lebih menyerahkan sepenuhnya kasus yang melibatkan kadernya itu kepada pihak yang berwajib, sehingga tidak muncul kecurigaan jika partai menyembunyikan mantan  Wakil  Direktur  PT Godang Tua Jaya, yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Bekasi itu.

" Kabar  partai menyembunyikan keberadaan pak Linggom tidak benar, justru kamipun berusaha berkomunikasi dengan beliau tapi tidak ada tanggapan, kami sendiri sampai sekarang belum tahu keberadaan pak Linggom," ujarnya.

Sekedar diketahui beberapa waktu lalu dikabarkan, Mahkamah  Agung  (MA)  menghukum  Vice Managing  Direktur  PT Godang Tua Jaya, Lumban Toruan, selama 1 tahun penjara. PT Godang Tua Jaya merupakan pengelola sampah Jakarta di Bekasi sejak 2008 lalu.

Kasus yang melilit Lumban Toruan adalah soal kasus kencing BBM. Modusnya yaitu sebuah truk NOPOL  N  1234  OI  yang membawa sampah dari Jakarta membeli Solar Bersubsidi di SPBU Cileungsi Bogor. Setelah terisi, Truk itu kencing di suatu tempat dekat TPST Bantar Gebang. Hal ini dilakukan berkali-kali hingga tercium aparat Polda Metro Jaya. Lalu tim polisi menyidik kasus ini  dan menemukan sebanyak 256 dirigen atau sekitar 5 Ton Liter Solar. Atas temuan ini, Polda memproses Lumban secara hukum dan membawanya ke pengadilan. (kub)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar