Jangan Biarkan Si Kecil Berteman dengan Obesitas

Sulistyo Adhi | Senin, 18 April 2016 | 19:35 WIB

Share Tweet



int

RAKYATBEKASI.COM - Setiap orangtua mungkin akan merasa senang ketika anak menjadi pusat perhatian utama lingkungan sekitar salah satunya dikarenakan anak gemuk dan menggemaskan. Namun meski demikian, masalah yang berhubungan dengan obesitas anak tidak kalah pentingnya bahkan harus mendapatkan perhatian serius karena akan menimbulkan gangguan kesehatan pada anak.

Seperti telah diungkapkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Antonia Anna Lukito, bahwa anak yang obesitas lebih berisiko terkena penyakit jantung di kemudian hari. Saat berusia 10 tahun, dalam tubuh anak obesitas sudah bisa terbentuk foam cell atau sel busa, yaitu sel berisi lemak.

"Sel busa itu adalah cikal bakal terbentuknya plak yang bisa menyumbat pembuluh darah," ujar Antonia dalam jumpa pers acara Annual Scientific Meeting of Indonesian Heart Association (ASMIHA) 2016 di Jakarta.

Antonia mengatakan, anak seharusnya dibiasakan konsumsi makanan sehat sejak kecil. Anak juga perlu dibiasakan melakukan aktivitas fisik.

Menurut Antonia, kebiasaan orangtua dapat memengaruhi anak menjadi obesitas. Misalnya, orangtua sering kali hanya mengajak anak jalan ke mal untuk makan.

"Risiko penyakit jantung kebanyakan karena kebiasaan keluarga, bukan genetik. Jadi pola makan anak harus diperhatikan sejak kecil," kata Antonia.

Anak yang obesitas hingga usia dewasa berisiko mengembangkan berbagai penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Timbunan lemak bisa mengganggu sistem metabolisme tubuh.

Penyakit jantung mulai banyak muncul pada usia dini akibat gaya hidup yang tidak sehat, seperti pola makan tidak sehat dan berlebihan, kurang aktivitas fisik, dan merokok.

Salah satu faktor risiko penyakit jantung memang adanya riwayat keluarga. Namun, dengan gaya hidup sehat, penyakit jantung bisa tidak muncul.

    Sumber : wartakesehatan.com

    Komentar