Pepen - Syaikhu Sebaiknya Pisah Ranjang di Pilkada 2018

Sulistyo Adhi | Jumat, 16 September 2016 | 13:18 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI – Wacana merenggangnya keharmonisan duet maut pasangan "PAS" yang menjadi jawara pada Pilkada Kota Bekasi 2012 lalu semakin mencuat ke permukaan mengingat Kota Bekasi akan memilih kembali Walikota beserta wakilnya pada 2018 mendatang.

Pertarungan mereka berdua pada Pilkada Kota Bekasi 2018 sebagai kontestan calon Walikota Bekasi, di mata Ali Anwar yang merupakan Budayawan Bekasi akan menjadi Big Match yang paling spektakuler jika berjalan dengan sportif.

“Tentunya hal itu (pisah ranjang PAS) akan ada dinamikanya, dan dengan keduanya sama-sama bergerak seperti saat ini, maka keduanya pastinya akan berfikir rasional. Meski pada awalnya mereka pernah bersama memimpin kota Bekasi ini,” kata Ali Anwar.

Berbagai kilauan rekam jejak mentereng yang terus ditorehkan oleh pasangan Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu ketika memimpin Kota Bekasi, terang Ali, semakin menegaskan bahwa keduanya adalah sosok politisi ulung dan handal dengan totalitas dukungan dari partai politik yang mengusungnya.

“Pepen dengan Syaikhu, sebaiknya mereka berpisah, lalu kita adu di situ (Pilkada 2018). Karena keduanya memang bagus, jadi siapapun juga yang terpilih nanti, insya Allah bekerjanya akan lebih bagus lagi,” terangnya.

Jika keduanya mampu tidak berjumawa ria dan legowo dalam menerima hasil pilihan masyarakat dalam Pilkada Kota Bekasi 2018 nanti, tentunya masyarakat akan otomatis menyematkan keduanya sebagai pejuang dan patriot Kota Bekasi.

Akan tetapi jika ternyata keduanya malah saling "ngotot" dan tak mau kalah, tambah Ali, maka tentunya akan sangat kontras dengan karakter pemimpin yang diperankan keduanya sebagai pasangan pemimpin yang santun dan solid.

"Teladanilah mantan Presiden RI BJ Habibie yang legowo di akhir masa jabatannya. Kemanapun dirinya berpijak, kehormatan akan selalu menyelimutinya sebagai Bapak Bangsa dan seorang Negarawan," pungkasnya. (dns/tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar