Walikota dan Dua Dirut PDAM Lecehkan DPRD Kabupaten Bekasi

Sulistyo Adhi | Selasa, 13 Desember 2016 | 21:38 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KABUPATEN BEKASI - Anggota DPRD Kabupaten asal PDI Perjuangan, Nyumarno, merasa terkejut ketika melihat sejumlah dokumentasi foto kegiatan serah terima pengelolaan PDAM Tirta Bhagasasi cabang Wisma Asri dan cabang pembantu Harapan Baru ke PDAM Tirta Patriot di Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Selasa (13/12).

"DPRD Kabupaten Bekasi belum membahas dan mengambil keputusan terkait serah terima cabang Wisma Asri dan Harapan Baru ke PDAM Tirta Patriot," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi, Selasa (13/12) petang.

Salah satu mekanisme dalam serah terima antara dua BUMD tersebut, kata dia, haruslah ada persetujuan dari DPRD Kabupaten Bekasi dan juga DPRD Kota Bekasi.

"Jika tidak ada persetujuan dari kedua DPRD, serah terima tersebut cacat. Walikota Bekasi dan kedua Dirut PDAM tersebut telah melecehkan dan mengangkangi DPRD Kabupaten Bekasi," ucap Nyumarno geram.

Politisi yang besar namanya saat menjadi aktifis buruh ini mengaku sudah mengecek hal tersebut ke pimpinan DPRD dan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bekasi.

"Pimpinan dan Ketua Komisi A (DPRD Kabupaten Bekasi) belum membahas serah terima tersebut. Ini sudah gila namanya, pada tahu aturan gak sih mereka (Walikota Bekasi dan kedua Dirut PDAM)?," tanyanya heran.

Berdasarkan informasi yang kami himpun, Walikota Bekasi bersama dengan Dirut PDAM Tirta Bhagasasi, Usep Rahman Salim, dan juga Dirut PDAM Tirta Patriot, TB Hendi Irawan, terlihat menandatangani perjanjian serah terima kantor layanan tersebut.

"Jangan-jangan serah terima tersebut juga belum mendapat persetujuan dari DPRD Kota Bekasi, lebih gila lagi jika dua lembaga DPRD dikangkangi," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar