Lecehkan Kepala Daerah, DPRD Kota Bekasi Tuntut Grand Kamala Lagoon Minta Maaf

Sulistyo Adhi | Rabu, 04 Januari 2017 | 14:17 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata menyesalkan tindakan pengusiran yang dilakukan oleh sejumlah oknum petugas keamanan Grand Kemala Lagoon kepada Wakil Walikota Bekasi Ahmad Syaikhu, ketika orang nomor dua di Kota Bekasi tersebut meninjau lokasi ambruknya tangga darurat Apartemen Grand Kemala Lagoon, Rabu (04/12).

Tindakan sejumlah petugas keamanan tersebut, kata Ariyanto, sangat tidak bisa diterima lantaran kepala daerahnya dibentak dan diusir saat hendak melihat langsung ambruknya konstruksi tangga darurat dari lantai 33 hingga basement apartemen Grand Kamala Lagoon yang menyebabkan sejumlah pekerja tertimbun reruntuhan bangunan.

"Saya tidak terima wakil walikota diusir dan dibentak seperti itu. Kepala daerah adalah simbol negara, simbol pemerintah. Ini bentuk pelecehan!, seolah-olah ada hal yang ditutupi dari insiden ini," ujarnya.

Baca Juga:

Bangunan Grand Kemala Lagoon Ambruk, Sekuriti Bentak dan Hadang Wakil Walikota Bekasi

DPRD Kota Bekasi Ancam Cabut Izin Pembangunan Grand Kamala Lagoon

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menjaga wilayahnya sendiri. Apalagi jelas-jelas terdapat insiden runtuhnya bangunan sehingga menimbun pekerja bangunan.

Politisi muda asal PKS Bekasi ini juga mengatakan bahwa insiden tersebut harus menjadi pelajaran bagi seluruh pengembang dan juga pengelola apartemen yang ada di Kota Bekasi. Bahwa sejatinya pemerintah memiliki kewenangan untuk memastikan kondisi wilayahnya, sehingga tidak boleh diperlakukan secara tidak sopan.

“Ya semestinya minta maaf itu, secara terbuka kepada Pak Ustadz Ahmad Syaikhu. Unsur pengamanannya harus dievaluasi,” pungkasnya. (sel)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar