Apartemen Grand Kamala Lagoon Terancam Tutup Permanen Jika Dinilai "Gagal Bangun"

Sulistyo Adhi | Rabu, 04 Januari 2017 | 15:46 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Ambruknya konstruksi tangga darurat lantai 33 hingga basemen apartemen Grand Kamala Lagoon sehingga sejumlah pekerja tertimbun reruntuhan bangunan pada Rabu (04/01) dini hari, Ketua Komisi B DPRD Kota Bekasi Thamrin Usman menilai pelaksana pembangunan dan dinas terkait pemberi izin harus bertanggung jawab.

"Harus ada pertanggungjawaban dari pihak pengembang dan pemberi izin bangunan dari dinas terkait, terlebih jika sampai menghilangkan nyawa orang lain," ujarnya.

Sejalan dengan langkah Komisi A DPRD Kota Bekasi, Politisi asal Hanura Bekasi ini mengaku pihaknya juga berencana akan memanggil seluruh pihak terkait atas insiden yang terjadi di apartemen Grand Kamala Lagoon.

"Setelah kami memperoleh informasi, data dan fakta terkait kejadian tersebut, kami selaku Komisi B yang membidangi pembangunan akan mengambil tindakan konkrit sebagai fungsi pengawasan," tegasnya.

Baca Juga:

Bangunan Grand Kemala Lagoon Ambruk, Sekuriti Bentak dan Hadang Wakil Walikota Bekasi

DPRD Kota Bekasi Ancam Cabut Izin Pembangunan Grand Kamala Lagoon

Lecehkan Kepala Daerah, DPRD Kota Bekasi Tuntut Grand Kamala Lagoon Minta Maaf

Penghentian pembangunan sementara hingga permanen seperti pencabutan izin pembangunan Grand Kamala Lagooon, kata Thamrin, akan direkomendasikan pihaknya jika hasil investigasi menilai bahwa struktur bangunan Grand Kamala Lagoon menyandang predikat "Gagal Bangun".

"Jika dinilai Gagal Bangun, maka kami akan merekomendasikan penutupan dan penghentian pembangunan Apartemen Grand Kamala Lagoon," bebernya.

Runtuhnya struktur bangunan 33 lantai tangga darurat hunian vertikal tersebut, terang Thamrin, bisa dikategorikan memiliki tingkat kesalahan yang sangat fatal. Oleh karena itu, dirinya berjanji akan melakukan investigasi secara mendalam yang akan mencakup seluruh pihak seperti pengembang dan dinas terkait selaku pemberi izin. (Nis)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar