Kanwil DJP Jawa Barat II Batal Sandera 2 Penunggak Pajak Rp 35,5 Miliar

Sulistyo Adhi | Kamis, 09 Maret 2017 | 13:28 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II melalui Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Cirebon, berencana melakukan tindakan penyanderaan (Gijzeling) terhadap dua (2) orang wajib pajak yang menunggak pajak hingga Rp 35,5 Miliar.

Namun eksekusi Gijzeling yang telah diajukan ijin pelaksanaannya kepada Menteri Keuangan RI pada tanggal 17 Februari 2017 urung dilakukan, karena di detik terakhir wajib pajak tersebut melunasi tunggakan pajaknya.

Ternyata pembatalan eksekusi disambut baik oleh Kepala Kanwil DJP Jawa Barat II, Adjat Djatnika, karena hal tersebut berarti wajib pajak telah melunasi tunggakan pajaknya.

"Dengan program Tax Amnesty, mereka hanya membayar pokok pajaknya saja, yakni masing-masing Rp 11,3 Miliar dan Rp 2,5 Miliar," ujar Adjat kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers yang digelar di Kanwil DJP Jawa Barat II, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Kamis (09/03) siang.

Program Tax Amnesty yang akan berakhir pada 31 Maret 2017 nanti, kata Adjat, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya bagi segenap wajib pajak yang masih memiliki tunggakan.

"Penunggak pajak cukup membayar pokok pajaknya saja, sedangkan sanksi administrasi berupa denda dan bunga akan otomatis dihapuskan," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Adjat juga menghimbau kepada segenap penunggak pajak agar segera melunasi tunggakannya sehingga tindakan paksa badan tidak menimpa para penunggak pajak.

"Tindakan penyanderaan terhadap penunggak pajak bukanlah berarti kewajiban melunasi pajak menjadi gugur," imbuhnya.

Jika Wajib Pajak menemui kesulitan ataupun membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai tata cara dan peraturan perpajakan, terang Adjat, dapat langsung menghubungi Kring Pajak di 1500200 atau datang ke kantor pelayanan pajak terdekat.

"Seluruh pelayanan yang diberikan tidak dipungut biaya," pungkasnya (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar