CBA Desak BPK dan KPK Telusuri Dugaan "Mark Down" PT Jasa Marga

Sulistyo Adhi | Senin, 20 Maret 2017 | 13:51 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) diminta memeriksa torehan pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk, khususnya pada periode 2015-2016 dengan kenaikan sebesar 11,3% yang berkisar Rp 800 juta.

Meski PT Jasa Marga (Persero) Tbk mampu mendongkrak pendapatannya dari Rp 7,1 miliar pada tahun 2015 menjadi Rp 7,9 miliar pada tahun 2016, namun kenaikan kenaikan pendapatan tersebut dianggap terlalu sedikit.

“Seharusnya, pertumbuhan pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dari 2015 ke 2016 lebih besar lagi. Setidaknya dari sisi pendapatan harus meningkat lebih pesat,” kata Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi dalam siaran persnya, di Jakarta, Senin (20/03).

Kenaikan pendapatan pada periode 2015-2016, menurut Uchok, bukanlah suatu kebanggaan dalam kinerja keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Bahkan angka tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan eskalasi pendapatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada periode 2013 ke 2014 yang mencapai 14,5%.

“Artinya, peningkatan pendapatan PT Jasa Marga yang hanya sebesar 11,3% pada tahun tersebut, harus dicurigai adanya indikasi penyimpangan,” tuturnya.

Kecilnya angka pertumbuhan pendapatan yang diraih PT Jasa Marga (Persero) Tbk pada 2015 ke 2016, terang Uchok, sangat kontras dengan adanya peningkatan volume lalu lintas kendaraan serta adanya kenaikan tarif pada 15 ruas jalan tol di akhir 2015 dan juga kenaikan tarif untuk 4 ruas jalan tol pada 2016.

“Maka kami perlu menelusuri lebih lanjut adanya dugaan mark down atau pengurangan pendapatan PT Jasa marga (Persero) Tbk,” terangnya.

Tak hanya mendorong BPK RI untuk melakukan pemeriksaan, Uchok juga meminta Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) turut ambil bagian dengan menginvestigasi sebab musabab PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengalami penurunan pendapatan.

“Sebagai masyarakat penguna jalan tol, merasa prihatin dengan pengelolaan keuangan PT Jasa Marga,” ucapnya.

Berdasarkan data CBA, tak kurang dari Rp 1,1 triliun dihamburkan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk belanja operasional kebutuhan pegawai seperti gaji dan tunjangan saja.

“Besarnya anggaran untuk gaji dan tunjangan ini, tidak bisa ditutupi dari kenaikan pendapatan sebesar 11.3 persen atau sekitar Rp.805.7 miliar itu,” paparnya.

Catatan fantastis belanja operasional pegawai yang mencapai triliunan tersebut, bebernya, tidak diiringi dengan peningkatan mutu pelayanan kepada segenap pengguna jalan tol yang hanya dianggarkan Rp 43,2 miliar untuk pembersihan jalan dan pertamanan dan Rp 59,8 miliar untuk pelayanan pemakaian jalan tol. (tian/*)


    Komentar