Sosialisasikan Maklumat Walikota Bekasi, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Habiskan Rp 300 Juta

Sulistyo Adhi | Jumat, 19 Mei 2017 | 11:44 WIB

Share Tweet



Istimewa Puluhan alat kontrasepsi jenis kondom ditemukan petugas Kepolisian Sektor Bekasi Selatan saat gelar razia di Hotel Edelweiss Spa dan Massage, tahun 2016 silam.

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Kota Bekasi menggelar kegiatan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian Pelaku Jasa Kepariwisatan dan Hiburan Umum dengan mengundang lebih dari 50 penanggung jawab ataupun pengelola tempat karaoke, spa dan massage, di Rumah Makan Wulan Sari II, Jum'at (19/05) siang.

[Tempat Prostitusi Terselubung Menjamur, Pemkot Bekasi Tutup Mata]

[Maraknya Prostitusi Terselubung Berkedok SPA, Pemkot Bekasi Harus Berani Tindak Tegas]

Kegiatan yang nantinya akan berisi sosialisasi Maklumat Walikota Bekasi jelang Ramadhan 2017 ini, menghabiskan Rp. 300.000.000 APBD 2017 dengan rincian Rp 167.830.000 untuk belanja pegawai dan Rp 132.170.000 untuk belanja barang dan jasa.

[Polisi Temukan Puluhan Kondom di Edelweiss Grand Galaxy City]

[Terapi Kejantanan dan Pijat "Full Service" ala Hotel Edelweiss Bekasi]

Maklumat Walikota Bekasi yang terbit jelang bulan Ramadhan setiap tahunnya ini, salah satunya berisi larangan kepada seluruh tempat hiburan untuk membuka tempat usahanya selama H-3 hingga H+3 bulan Ramadhan.

[Ini Dia Tarif Layanan Prostitusi Berkedok Pijat ala Edelweiss Bekasi]

[Satpol PP Kota Bekasi "Enggan" Bongkar Praktik Mesum Edelweiss]

Berdasarkan penelusuran kami, sejumlah tempat yang diduga kuat sebagai tempat prostitusi berkedok tempat pijat seperti; Hotel Edelweiss Spa dan Massage, Viper Spa, Grand Surya Spa, Chrysant, Flamingo, Grand Spa dan Dragon Six Spa muncul dalam daftar undangan peserta sosialisasi. (tian)

[Masyarakat Akan Bereaksi Jika Pemkot Cuek Dengan Prostitusi Terselubung]


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar