Politisi Cantik Ini Usulkan BPJS Kesehatan Bersinergi dengan Kader Kelurahan

Sulistyo Adhi | Senin, 29 Mei 2017 | 08:39 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Jaring aspirasi masyarakat atau Reses tahap II Tahun 2017 anggota DPRD Kota Bekasi, Lili Anggraeni berlangsung pada Senin (29/5) di Margajaya, Bekasi Selatan. Meski hujan turun, Reses tersebut tetap disesaki oleh para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) beserta tokoh masyarakat, kader Posyandu dan PKK.

Antusias warga dan para tokoh masyarakat dari RT 001 hingga RT 005/05 kelurahan Margajaya sangat tinggi, sekadar untuk mengetahui wakil rakyat yang mereka pilih dari daerah pemilihannya disertai keluh kesah dan saran mereka atas pembangunan yang dirasakan selama 4 tahun belakangan ini.

Bertempat di lokasi perumahan padat penduduk, persisnya di kediaman warga bernama Ibu Seni yang memiliki halaman rumah agak luas, Reses II politisi perempuan Partai Persatuan Pembangunan diselenggarakan, Di antara sekian banyak aspirasi yang dikemukakan dalam acara tersebut masyarakat lebih fokus pada persoalan
BPJS Kesehatan.

Dari sekian banyak aspirasi yang dilontarkan masyarakat dalam Reses tersebut, Lili mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui kegunaan serta manfaat memiliki kartu BPJS Kesehatan hingga adanya informasi terbaru, misalnya perubahanan pada layanan kartu BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah Reses II hari ini berjalan lancar, dan dalam jaring aspirasi masyarakat kali ini masih seputar minimnya sosialisasi kartu BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lili mengatakan, idealnya BPJS Kesehatan dapat bersinergi dengan pihak kelurahan untuk membantu warga yang kurang paham dengan hak dan kewajiban sebagai pengguna kartu BPJS Kesehatan. Sebagai solusi sementara Lili mengundang kader RT agar bisa membantu memberikan penjelasan kepada warga terutama jika terjadi kecelakaan.

“Seharusnya BPJS Kesehatan bersinergi dengan pihak kelurahan untuk membantu warga dalam mensosialisasikan serta memberikan penjelasan, terutama terkait denda 45 hari karena ada perbedaan pemahaman di masyarakat,” imbuhnya.

Minimnya sosialisasi manfaat pengguna BPJS Kesehatan di Kota Bekasi memang masih menjadi masalah bagi sebagian besar warga. Adapun gagasan dari politisi cantik asal Fraksi PPP DPRD Kota Bekasi ini tampaknya perlu diapresiasi guna memberikan ruang untuk masyarakat mendapatkan penjelasan yang detail terkait kartu BPJS Kesehatan.

Hal tersebut demi mendukung penyelenggaran BPJS Kesehatan serta memonitoring serta mengevaluasi kiprah BPJS Kesehatan di
lapangan agar BPJS Kesehatan semakin membaik dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat. (ADV)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar