DPRD Kota Bekasi Siap Evaluasi Pelaksanaan PPDB Online 2017

Sulistyo Adhi | Rabu, 05 Juli 2017 | 13:32 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Murfati Lidianto terus memantau perkembangan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur 'online' atau dalam jaringan (daring) maupun 'offline' atau pendaftaran langsung.

Politisi asal Partai Gerindra Kota Bekasi ini menerangkan bahwasanya pelaksanaan PPDB tahun ini, terutama melalui jalur online sudah berjalan sesuai prosedur. Namun, pihaknya tetap siap untuk mengevaluasi jika memang ada laporan dugaan kecurangan termasuk dalam PPDB offline.

"Dewan siap mengevaluasi jika nantinya ada laporan dari masyarakat tentang dugaan kecurangan dalam PPDB baik 'online' maupun 'offline'," kata Murfati kepada RAKYATBEKASI.COM, Rabu (05/07).

Hingga sejauh ini, Murfati memantau jika sistem akses jaringan pada database pendaftaran kerap mengalami gangguan, sehingga data siswa terkendala saat di-input.

"Saya minta Dinas Pendidikan terlebih operatornya untuk melakukan evaluasi kendala gangguan jaringan tersebut. Apakah ini human error atau kurangnya anggaran database," katanya.

Pada proses pelaksanaan PPDB online tingkat SMPN di Kota Bekasi, kata dia, terjadi pengunduran waktu. Dimana surat edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi nomor 421/5141-Dik.5.1 yang menyatakan bahwa PPDB online yang diselenggarakan pada 3-5 Juli 2017 akan diubah menjadi tanggal 4-6 Juli 2017. Sementara itu untuk Pengumuman PPDB Online yang semula dijadwalkan tanggal 5 Juli 2017 menjadi 6 Juli 2017.

Pemkot Bekasi saat itu menunggu surat balasan dari kementerian tentang aturan jumlah sisa dalam satu rombongan belajar (rombel). Permohonan agar jumlah siswa dalam satu rombel menjadi 40 orang. Berbeda dengan Peraturan Mendikbud Nomor 17 Tahun 2017 tentang PPDB disebutkan dalam bab V bahwa SMP maksimal diisi oleh 20-32 siswa dalam satu ruang kelas.

Untuk Jadwal Pendaftaran Tahap II jalur zonasi semula tanggal 10 -12 Juli 2017 menjadi 11-12 Juli 2017 bersamaan dengan Pengumuman Tahap II jalur zonasi yang ditetapkan tanggal 12 Juli 2017 juga.

Untuk jalur reguler disiapkan kuota sebanyak 29 persen, jalur afirmasi sebanyak 10 persen, jalur zonasi sebanyak 60 persen dan jalur prestasi sebanyak 1 persen. Kuota jalur zonasi, kata dia, sengaja dibuat paling banyak. Pertimbangannya, agar warga yang dekat dengan sekolah bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri.

"Dengan begitu, masyarakat kurang mampu tidak kesulitan mengakses sekolah mereka. Kalau ongkosnya mahal kasihan mereka," pungkasnya. (ADV)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar