PPDB Online 2017 Amburadul, GmnI Tuntut Kadisdik Kota Bekasi Mundur

Sulistyo Adhi | Rabu, 12 Juli 2017 | 17:42 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Bekasi menuntut Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzi untuk mengundurkan diri karena dianggap tidak becus dalam mengawal Pelaksanaan PPDB online 2017 yang berlangsung sangat semrawut.

Tuntutan mundur tersebut disuarakan oleh massa aksi DPC GmnI Bekasi di depan gedung DPRD Kota Bekasi, Rabu (12/07) yang disertai dengan aksi teatrikal dan diakhiri dengan pembakaran ban.

Dalam aksinya, Ketua DPC GmnI Bekasi Halasson, mencibir kinerja eksekutif dan legislatif dalam polemik pelaksanaan PPDB online yang berkepanjangan pada setiap tahunnya.

Dalam pelaksanaan PPDB online 2017, kata dia, selalu saja mempersulit segenap orangtua murid yang mendaftarkan putra-putrinya dengan sistem yang amburadul.

"PPDB online hanya menimbulkan masalah baru di tengah masyarakat, padahal mendapatkan pendidikan yang baik serta berkualitas merupakan hak setiap warga negara," ujar Halasson sesaat seusai aksi massa.

Semrawut dan amburadulnya sistem PPDB online yang dilaksakan tiap tahunnya oleh Pemerintah Kota Bekasi, tambahnya, semakin diperparah dengan tutup matanya DPRD Kota Bekasi atas permasalahan tersebut.

"Aroma konspirasi antara DPRD dan Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan, sangatlah menyengat. Pelaksanaan PPDB online 2017 ini harus dievaluasi ulang," katanya.

Lebih lanjut Halasson secara tegas menuding bahwa Ali Fauzi tidak memiliki kompetensi untuk mengatasi permasalahan PPDB Online dan memintanya untuk segera menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Polemik ini muncul karena Ali Fauzie tidak becus dalam menangani PPDB Online. Bagaimana bisa mewujudkan Kota Bekasi yang Maju, Sejahtera dan Ihsan, jika proses mengenyam pendidikan saja dipersulit,” pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar