Laporkan Dugaan Suap PUPR, ARB Harap Kejari Bekasi Pro Aktif

Sulistyo Adhi | Kamis, 27 Juli 2017 | 13:12 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Sebagai salah satu pilar trias politica dalam bidang penegakan hukum, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi diminta jangan sekedar menerima serta mencatat laporan tindak pidana korupsi ataupun suap tanpa ada tindak lanjut yang signifikan.

Seperti laporan yang dilayangkan Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) tentang adanya dugaan praktik gratifikasi demi mendapatkan paket pekerjaan tertentu yang terjadi di Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi.

“Kami berharap agar Kejari Bekasi dapat menindaklanjuti laporan kami tentang dugaan gratifikasi oknum di Dinas PUPR, jangan hanya dicatat saja," ujar Ketua ARB Machfudin Latif kepada awak media usai menyerahkan berkas-berkas pelaporan di Kejari Bekasi, Rabu kemarin (26/07).

Pelaporan dugaan gratifikasi tersebut, kata Latif, adalah suatu bukti bahwa pihaknya tidak main-main dalam hal ini.

“Kami geram dengan dugaan suap yang terjadi di dinas PUPR Kota Bekasi ini. Ini kami lakukan semata-mata guna memberikan efek jera kepada para pejabat atau ASN yang terindikasi melakukan hal yang dapat merugikan negara dan tidak melupakan adanya pakta integritas yang telah disepakati,” tuturnya.

Dengan terkuaknya kasus ini, kata dia, pihaknya berharap agar ASN lebih profesional dan lebih mementingkan masyarakat Kota Bekasi di masa yang akan datang. Karena seyogyanya mereka adalah pelayan masyarakat yang bertugas melayani rakyat, bukan menipu bahkan merugikan masyarakat.

“kami berharap Kejari Bekasi selaku penegak hukum lebih serius dalam menjalankan tugasnya tanpa tebang pilih, apalagi menjadi pelindung hukum bagi pejabat yang terbukti bersalah. Dan kami tidak akan berhenti sampai di sini, kami akan terus lakukan investigasi dan mengawal penuh hingga adanya status hukum bagi yang terlibat di dalamnya.” tandasnya.


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar