"DWS" Depresi Berat Setelah Gagal Masuk SMAN 4 Tambun Selatan via Zona Lingkungan

Sulistyo Adhi | Jumat, 28 Juli 2017 | 17:27 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, TAMBUN SELATAN - Nasib miris dialami oleh lulusan SMPN 5 Tambun Selatan berinisial DWS yang diketahui gagal bersekolah di SMAN 4 Tambun Selatan. DWS yang bertempat tinggal di Griya Asri 2, Blok F, RT 007 RW 015, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, mengalami depresi semenjak 2 Minggu terakhir.

Orang tua DWS, Medi mengatakan bahwa anaknya mengalami depresi akibat tidak dapat melanjutkan pendidikannya ke SMAN 4 Tambun Selatan melalui PPDB Online yang kini dikelola Provinsi Jawa Barat. Padahal menurut Medi, anaknya memiliki kesempatan besar dapat diterima melalui jalur Zona Lingkungan (MoU) yang ternyata dia tidak bisa mendaftarkan anaknya melalui jalur tersebut.

"Sekolah tidak jauh dari rumah, hanya 15 meter, di belakang sekolah itu sudah rumah kita. Sekarang anak saya tidak mau makan dan gak tidur-tidur," ucap Medi kepada awak media, saat di RSUD Cibitung, Kabupaten Bekasi, pada Jumat (28/07).

Khawatir depresi tersebut dapat mengguncang psikologi serta fisik DWS, Medi mengaku harus membawa anaknya ke RSUD Cibitung agar segera mendapat perawatan dari Psikiater. Depresi tersebut, kata dia, juga berimbas dengan memburuknya kondisi fisik DWS yang kini harus ditopang untuk berdiri.

"Selama ini tidak begitu, orangnya ceria dan tidak begini. Anak saya sekarang sudah seperti bayi, mandi gak tahu, pake baju juga gak tahu," tuturnya lirih.

DWS sangat terobsesi bersekolah di SMAN 4 Tambun Selatan, kata dia, lantaran sejumlah teman-temannya bersekolah di SMAN 4 Tambun Selatan, bahkan kakaknya alumni sekolah tersebut,

Karena rasa kecewa yang terlalu terhadap sekolah tersebut, beber Medi, dirinya mengaku sempat berkeinginan untuk menutup gerbang sekolah tersebut yang berada di dekat rumahnya. Pasalnya, setiap jam pulang sekolah, DWS selalu menangis dan terkadang berhalusinasi.

"Saya pengen banget nutup sekolah itu. Karena gara-gara sekolah itu, anak saya jadi begini (depresi, red). Apalagi ditambah temen anak saya yang nemnya di bawah anak saya, bisa masuk," pungkasnya. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar