Sholihin: Orang dari Jawa Timur Berhak Dipanggil "GUS"

Sulistyo Adhi | Jumat, 18 Agustus 2017 | 14:17 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Ketua DPC PPP Kota Bekasi, Sholihin mengungkapkan alasan dirinya menggunakan sebutan ‘GUS SHOL’ lantaran agar dirinya mudah diingat masyarakat. Mengingat dirinya mempunyai hajat untuk bertarung pada Pilkada Kota Bekasi 2018 nanti, menurutnya penggunaan sebutan ‘GUS SHOL’ akan membuatnya semakin populer.

Setiap orang yang berasal dari Jawa Timur, kata dia, diperbolehkan menyandang sebutan ‘Gus’. Meski orang tersebut bukan berasal dari kalangan priayi maupun keturunan bangsawan.

“Panggilan Gus ataupun Cak biar simpel dan mudah diingat,” katanya kepada RAKYATBEKASI.COM, Jum'at (18/08).

Mengenai kritik yang dilontarkan terhadapnya, Sholihin menanggapi dingin. Menurutnya, era demokrasi ini tidak mengekang setiap individu bangsa untuk menyampaikan pendapat, termasuk menyoal sebutan ‘Gus’ terhadap dirinya.

“Kan sekarang zamannya demokrasi, setiap orang menyampaikan sesuatu sah-sah saja dan dijamin oleh konstitusi kita,” tambahnya.

[Tasbihkan Diri Sebagai ‘GUS’, GP Ansor Kota Bekasi Kecam Sholihin]

[Wakil Walikota Tak Tampak dalam Baliho "Kartu Sehat", Dewan Minta Pemkot Bekasi Jaga Etika]

Sementara demi menyukseskan hajatnya menjadi kepala daerah, Sholihin membeberkan rencananya untuk sowan ke seluruh organisasi kemasyarakatan yang meliputi organisasi keagamaan, kepemudaan dan organisasi lainnya.

“Saya punya program untuk silaturrahmi ke semua ormas-ormas islam yang ada di Kota Bekasi dan juga aktivis-aktivis termasuk salah satunya Ansor,” bebernya.

Lebih lanjut Sholihin menjelaskan bahwa penggunaan ‘Gus Shol’ sebagaimana yang belakangan ini dilakukannya adalah hal yang wajar dan tidak bertentangan dengan norma sosial dan kultural. (tian)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar