Penghina Gusdur sebagai "Wali Syetan" Akui Salah dan Minta Maaf

Sulistyo Adhi | Senin, 28 Agustus 2017 | 14:33 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Meski sempat memanas mediasi antara Munzir Situmorang, pelaku yang menghina alm. KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dengan NU dan GP Ansor Kota Bekasi pada Minggu (27/08) malam di aula Kelurahan Jakasampurna Kecamatan Bekasi Barat, namun situasi dapat kembali mereda dan pertemuan berjalan dengan damai.

Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhammad Jufri mengatakan budaya NU dalam menyelesaikan perkara selalu dilakukan dengan cara mencari jalan tengah yang terbaik atau dikenal dengan istilah ‘Tabayyun’.

Menyoal pernyataan Munzir, NU menerima permintaan maafnya, namun dengan catatan tidak mengulangi perbuatan dan menyambangi keluarga alm. Gus Dur untuk menyampaikan permintaan maaf secara khusus.

“Kita menerima permintaan maaf pelaku tetapi dengan beberapa syarat yang disepakati. Cara ini sesuai amanah para Kyai Khos NU agar memilih Tabayyun dalam menyelesaikan masalah,” ujar Muhammad Jufri seraya menjelaskan tentang rencana GP Ansor yang akan melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian urung dilakukan.

[Ustadz Munzir Cemooh Gus Dur sebagai "Wali Syetan", GP Ansor Meradang]

“Permasalahan sudah selesai. Hanya tinggal menunggu realisasi atas pernyataan yang dibuat Munzir di hadapan seluruh pihak,” kata Jufri mengurai dalam pernyataan yang dibuat Munzir Situmorang terdapat enam poin, antara lain ialah Munzir mengakui dirinya menyebut Gus Dur dengan sebuta ‘Wali Syetan’ di Masjid Assalam pada Tahun 2015 silam.

Munzir juga berjanji akan meminta maaf kepada keluarga alm. Gus Dur, keluarga besar NU dan GP Ansor. Selain itu, dirinya juga menyatakan maaf kepada warga Nahdiyin melalui media sosial dan tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Enam poin ini harus dijalankan dalam tempo 10 hari sesuai pernyataan yang dibuatnya,” tutup Jufri. (lam)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar