Meikarta, Apartemen "Bodong" Gunakan Truk "Bodong"

Sulistyo Adhi | Rabu, 23 Agustus 2017 | 16:39 WIB

Share Tweet



(beritacikarang) Foto: Empat kendaraan besar pengangkut beton kini terlihat diparkiran Unit Laka Lantas Polres Metro Bekasi, Rabu (23/08)

RAKYATBEKASI.COM, CIKARANG SELATAN - Ternyata proyek Meikarta bukan hanya apartemen mewahnya saja yang “bodong” alias tak memiliki izin, namun sejumlah kendaraan berat yang digunakan untuk mobilisasi proyek milik Lippo Group itu juga “bodong”.

Sebanyak 4 unit truk pengangkut beton (coran-red) milik Lippo Cikarang yang digunakan untuk mobilisasi proyek pembangunan Meikarta di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan berhasil diamankan Satlantas Polres Metro Bekasi.

Keempat truk pengangkut beton tersebut diamankan kepolisian lantaran tak memiliki nomor kendaraan dan kelengkapan surat-surat alias “bodong”.

Kasatlantas Polres Metro Bekasi, AKBP Heru Purnomo membenarkan hal itu.

“Sudah lama (ditahan), dan sampai sekarang masih kita tahan,” kata dia seperti dilansir beritacikarang, Rabu (23/08).

[Izin Tak Lengkap, DPRD Provinsi Jabar Desak Mega Proyek Meikarta Dihentikan]

[Mega Proyek Meikarta dalam Ekspansi "Grand Design Tiongkok"]

[Pembangunan Melenggang Tanpa Izin, Meikarta Kangkangi Pemkab Bekasi]

[Wagub dan DPRD Jawa Barat Kompak "Stop Pembangunan Meikarta"]

Heru menegaskan, truk-truk pengangkut beton itu tidak akan dilepas sebelum pihak Lippo Cikarang selaku pengembang proyek Meikarta melengkapi surat-surat kendarannya sesuai dengan aturan lalu lintas yang berlaku.

“Kalau suratnya ada ya kita lepas, kalau sekarang kan memang masih nggak ada,” tegas dia.

Sementara salah seorang petugas keamanan di lokasi proyek pembangunan Meikarta menjelaskan, dari sejak awal proyek Meikarta dimulai, truk-truk pengangkut beton tersebut memang tidak pernah menggunakan plat nomor kendaraan.

“Totalnya ada 32 mobil lebih dan semuanya memang nggak ada yang pakai plat nomor,” ungkap dia. (*)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :
Sumber : (beritacikarang)

Komentar