Hanya Kantongi "Izin Bodong", Warga Desak Pengembang Hentikan Pembangunan Cluster Perumahan

Sulistyo Adhi | Selasa, 29 Agustus 2017 | 15:08 WIB

Share Tweet




RAKYATBEKASI.COM, BEKASI SELATAN - Sebuah cluster perumahan yang berlokasi di RT 005/18 Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, yang proses pembangunannya hampir selesai, dituding tidak memenuhi perizinan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku di Kota Bekasi.

Kondisi tersebut diperparah dengan tidak sesuainya perizinan yang sebelumnya diajukan oleh pihak pengembang kepada Pemerintah Kota Bekasi. Dari 21 unit rumah yang dibangun oleh pengembang, perizinan yang diajukan hanya sebanyak 5 unit.

Ketua RT 005, Nuramin mengungkapkan bahwa pihak pengembang mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB) rumah pribadi sebanyak 5 unit. Namun ketika ditanyakan legalitas perusahaan, beber Nuramin, pihak pengembang meminta agar IMB atas nama perorangan.

“Sebelumnya saya kurang mengetahui pengajuan IMB yang dilakukan untuk pembangunan cluster. Jumlahnya yang diajukan sebanyak 5 tetapi saat saya ke lokasi pembangunan, ada 21 rumah dan sudah hampir rampung semua,” beber Nuramin, Selasa (29/08) siang.

Nuramin juga mengatakan bahwa Selasa (29/08) siang tadi, Dinas PUPR mendatangi lokasi dan meminta pengembang untuk memproses perizinan sebagaimana kewajiban setiap pengembang perumahan.

“Tadi ada yang datang ke lokasi, kalau tidak salah dari Dinas PUPR. Mereka meminta pengembang urus izin sesuai dengan jumlah dan peruntukan pembangunan komersil,” kata Nuramin.

Atas dikangkanginya peraturan daerah, Nuramin mendesak Pemerintah Kota Bekasi agar segera bertindak tegas terhadap pengembang cluster perumahan tersebut.

Sebelum perizinan yang dibutuhkan rampung, dirinya pun mendesak pihak pengembang agar segera menghentikan proses pembangunan cluster tersebut.

“Kalau izin belum selesai kan seharusnya tidak boleh beroperasi. Warga disini meminta pemerintah tegas,” pungkasnya. (lam)


Ikuti Perkembangan Berita ini dalam Topik :

Komentar