rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Diduga Terlibat Politik Praktis, Panwaslu Kota Bekasi Periksa Kadispora

Rabu, 03 Januari 2018 | 16:38 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bekasi, Tedi Hafni datang memenuhi panggilan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi untuk mengklarifikasi kehadirannya dalam acara Deklarasi Suara Tetap Masyarakat Pemilih Langsung Rahmat Effendi (STEMPEL-RE) mewakili Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, pada Jum’at (29/12/2017) lalu.

Tedi diperiksa oleh Panwaslu secara tertutup selama kurang lebih 2 jam. Dalam keterangannya kepada awak media seusai klarifikasi, Tedi menampik adanya tuduhan yang menyebut dirinya terlibat dalam politik praktis.

“Saya tidak merasa bersalah, saya hanya menjalankan tugas dari Wali Kota untuk mewakili beliau. Kebetulan lokasi acara deklarasi itu bersamaan dengan acara Pelantikan PTMSI yang saya hadiri, Cuma berganti orang aja. Yang saya sampaikan juga tidak ada muatan politik untuk mengerahkan suara ke Wali Kota,” terang Tedi, Rabu (03/01/2018) di Kantor Panwaslu Kota Bekasi.

[Amankan Dua Periode, "STEMPEL-RE" Sambangi Rumah Warga]

“Saya bukan orang politik dan ga paham soal itu. Sudah 33 tahun jadi PNS, jadi saya ga mungkinlah mencederai kode etik ASN hanya untuk acara semacam itu,” sambungnya.

Tedi menambahkan undangan yang diberikan kepada Wali Kota dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Daerah, bukan sebagai Bakal Calon Wali Kota, jadi dia menganggap instruksi kepada dirinya merupakan hal yang sah.

“Perlu diketahui juga undangan yang diberikan panitia STEMPEL-RE ke Wali Kota bukan kapasitas beliau sebagai Bakal Calon Wali Kota, tapi sebagai Kepala Daerah, jadi sah untuk saya menjalankan instruksi beliau, saya juga punya surat disposisinya, hanya hari ini tidak saya bawa,” tegasnya.

[PDI Perjuangan Bakal Laporkan Kadispora Kota Bekasi atas Dugaan Terlibat Politik Praktis]

Ketua Panwaslu, Novita Ulya Hastuti mengapresiasi sikap Kadispora yang telah kooperatif. Dalam pemeriksaan tersebut, sekitar 15 pertanyaan yang diajukan. Hasil klarifikasi tersebut akan segera dikaji sehingga kebijakan dapat diputuskan.

“Ya saya apresiasi sikap kooperatif dari Pak Kadispora, beliau juga bilang siap jika sewaktu-waktu kami panggil kembali. Selanjutnya hasil klarifikasi ini akan kami kaji dan kami juga akan mengundang saksi-saksi, baik dari kawan-kawan media yang meliput acara itu, maupun dari para peserta,” ujar Novi.

Novi juga menghimbau kejadian semacam ini tidak terulang, khusus bagi para Aparatur Sipil Negara agar tetap menjaga sikap netral dan tidak masuk dalam politik praktis.

“Jadi ini langkah preventif kami untuk meminimalisir terjadinya kasus yang sama,” tutupnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com