rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

LSM KOREK Desak Bupati Karawang Segera Tuntaskan Kasus Penyerobotan Tanah oleh PT SCS

Sabtu, 12 Mei 2018 | 08:24 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KARAWANG - Perjuangan para ahli waris dari almarhum Muhana bin Salen dalam merebut haknya berupa sebidang tanah dengan luas 26.804 meter persegi yang berada dalam penguasaan manajemen kawasan industri PT Surya Cipta Swadaya (PT SCS), Karawang, penuh dengan dilema dan menjadi sorotan publik di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pasalnya PT SCS tidak bisa menunjukan satu lembar dokumen apapun sebagai dasar hukum dalam penguasaan lahan milik para ahli waris Almarhum Muhana bin Salen.

Ketua LSM-KOREK (Komunitas Rakyat Ekonomi Kecil) Karawang, Agustiani Nurhijanah, mengaku pihaknya telah diberi mandat dan kuasa oleh para ahli waris untuk melakukan koordinasi kepada Pemerintah Daerah melalui Tim Terpadu Penyelesaian Konflik Sosial yang dipimpin langsung oleh Bupati Karawang Dr Cellica Nurrachadiana.

Agustiani yang akrab disapa dengan panggilan Ibu Nur ini membeberkan bahwa pihaknya pada tanggal 27 April 2018 lalu mendampingi para ahli waris dalam rapat mediasi dengan PT SCS yang dipimpin oleh Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Karawang H Ali Sujana, yang juga turut dihadiri oleh perwakilan dari Polres, Kejaksaan, Pengadilan, Camat, Lurah, Asda I bidang pertanahan Kabupaten Karawang, dan juga pihak lainnya.

“Pada pertemuan itu pihak PT SCS yang diwakili oleh Bapak Edi sarwo meminta waktu satu minggu untuk melanjutkan mediasi. Namun kami sangat menyayangkan dan sangat kecewa, karena hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak PT SCS maunya seperti apa?,” ujar Nur kepada awak media.

Lebih lanjut Nur menyayangkan sikap dan tingkah arogan PT SCS yang menguasai dan merasa memiliki tanah tersebut tanpa bisa menunjukkan dasar kepemilikannya.

“Tapi kalau kami (ahli waris) sangat jelas dasar hukumnya, mulai dari ipeda/Girik asli, keterangan belum pernah diperjualbelikan dari desa dan camat serta dasar hukum lainnya,” terangnya.

Nur meyakini betul bahwa dirinya beserta ahli waris sangatlah mempercayai bahwa Pemerintah Kabupaten Karawang memiliki kapasitas dan kompetensi dalam menyelesaikan polemik ini.

Nur pun mendesak PT SCS agar segera mengembalikan tanah tersebut kepada pemiliknya, yakni ahli waris yang sah dari almarhum Muhana bin Salen.

“Para ahli waris adalah masyarakat kecil yang harus dibantu, dibela dan diperjuangkan haknya. Jangan sampai masyarakat sudah berontak dan aksi massa besar-besaran dulu baru ditindaklanjuti. Karena hal itu akan memicu kondisi yang tidak kondusif dan juga krisis kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan daerah,” pungkasnya. (tian)


Kategori : Bisnis ekonomi,
Topik : Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com