rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Warga Satria Mekar Keluhkan Dugaan Pungli Bantuan Kemensos oleh Pengurus

Kamis, 28 Pebruari 2019 | 07:18 WIB

RAKYATBEKASI.COM - Warga RT 04 RW 02 Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengeluhkan sikap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Desa Satria Mekar yang menahan sejumlah ATM Program Keluarga Harapan (PKH) para warga terkait dana bantuan tunai dan non tunai yang diberikan oleh Pemerintah Pusat lewat Kementerian Sosial.

Landih (41), BPD (Badan Permusyawaratan Desa) mengungkapkan bahwa Wiwit selaku Ketua Kelompok KPM melakukan penarikan ATM bantuan PKH.

"Penarikan yang dilakukan oleh Wiwit dari tanggal 10 Februari kemarin, dan saat diminta susah. Wajar jika warga beranggapan kalau hal itu tidak menutup kemungkinan adanya penyelewengan anggaran," papar Landih kepada RakyatBekasi.com, Rabu (27/02) dengan tegas.

Iswadi (40), warga Satria Mekar yang juga Sekretaris BPD (Badan Permusyawaratan Desa) mengatakan dengan adanya bantuan dari program PKH tidak adanya pemberitahuan dari pihak pengurus ke BPD.

"Setelah masyarakat mengeluhkan perihal ini barulah BPD jadi tahu. Semestinya pihak pengurus melakukan sosialisasi program PKH. Untuk itu kami meminta kepada para pengurus PKH khususnya tingkat Desa agar benar-benar memberikan hak warga yang mendapatkan bantuan PKH tersebut tanpa adanya penyelewengan anggaran dalam bentuk pungutan liar. Belum lagi adanya indikasi potongan biaya yang dilakukan pihak pengurus di luar kewajaran," tegasnya.

Selama ini, masyarakat penerima bantuan tidak mengetahui ada pemotongan dana PKH yang dilakukan oknum ketua kelompok di setiap pencairan yang dilakukan.

Karena, buku tabungan dan kartu ATM masyarakat penerima manfaat, dipegang langsung oleh oknum ketua kelompok dan tidak diserahkan kepada masyarakat.

Adapun gelontoran dana yang diberikan oleh Pemerintah pusat terkait anggaran PKH saat ini menjadi Rp 32,65 triliun atau naik hampir 100% jika dibandingkan tahun 2018. Indeks bantuan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sudah dipastikan meningkat pada 2019.

Pemerintah sendiri telah menetapkan indeks bantuan sosial yaitu bantuan Tetap PKH Reguler Rp 550.000/ Keluarga/Tahun, bantuan tetap PKH Akses Rp 1.000.000/ Keluarga/Tahun (KPM yang tinggal di daerah sulit dan terpencil), KPM yang memiliki Ibu hamil, mempunyai anak balita, tinggal dengan bersama lansia dan disabilitas Rp 2.400.000,-/jiwa/Tahun.

Juga KPM yang memiliki anak usia sekolah SD Rp 900.000/ Jiwa /Tahun, SMP Rp 1.500.000/Jiwa/Tahun dan SMA Rp 2.000.000/Jiwa/Tahun.

Setiap KPM PKH akan diberikan bantuan maksimal untuk 4 orang berdasarkan komponen kondisionalitas, dengan jumlah penerima tetap Rp 10 juta per KPM. (YD)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber