rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Terkait Bantuan PKH Kemensos, Oknum PSM Desa Satria Mekar Terindikasi Pungli

Kamis, 28 Pebruari 2019 | 16:14 WIB

RAKYATBEKASI.COM - Ahmad Fajri Kholil, Koordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi mengatakan bahwa KPM (Keluarga Penerima Manfaat) melakukan transaksi atau penarikan melalui kartu ATM langsung, tanpa kartu ATM-nya dikoordinir apalagi ditahan oleh pihak pendamping PKH.

"Dengan kejadian ini kita berharap KPM PKH lebih mawas diri dalam pengambilan ATM di luar dari instruksi pendamping. Untuk itu kita mengharapkan jika ada pengurus KPM yang bersikap di luar kewajaran seperti tanpa adanya instruksi dari pendamping, kami berharap agar KPM menghiraukan atau tidak mengindahkannya. Dari hasil print out buku bank, kita tidak menemukan adanya penyelewengan dana, dalam hal ini pemotongan pungutan liar. Dengan adanya insiden ini, saya sudah dirugikan dan ke depan akan saya galakkan sosialisasi PKH," papar Kholil kepada RakyatBekasi.com, Kamis (28/02) seraya menghimbau.

Sementara itu Demak (48), mantan Ketua RT 04 RW 02, Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi membeberkan bahwa polemik tersebut terjadi dikarenakan Adi Iswanto selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) sudah melakukan penarikan ATM secara kolektif sejak tanggal 10 Februari 2019, namun hingga kini (untuk bulan ini) bantuan beras tersebut belum nampak keberadaannya.

"Sebagai KPM, kami berharap kejadian ini jangan sampai terulang lagi. Kami menghimbau kepada masyarakat yang mendapatkan bantuan, agar kedepannya siapapun yang minta kartu ATM apalagi nomor pin, jangan dikasih," terangnya

Untuk para pengurus PSM dan PKH, lanjut Demak, agar lebih mengedepankan kepentingan warga.

"Apalagi bantuan dari Kemensos saat ini menjadi sorotan nasional. Jika ada oknum yang nakal ya siap-siap aja berurusan sama hukum. Tapi alhamdulillah tidak ada pengurangan dana, tapi setelah sempat ramai. Yang pasti, sebelumnya sempat terindikasi adanya pungli untuk bantuan non tunai dari Kemensos," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wiwit Setiawati, Ketua Kelompok PKH Desa Satria Mekar mengaku bahwa terkait penarikan kartu ATM itu atas intruksi dari Adi Iswanto selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM).

"Kalau tidak ada intruksi dia, gak mungkin saya melakukan hal itu. Tapi kenapa dia cuci tangan dan menjadikan saya kambing hitam. Pada saat itu Adi yang mengintruksikan, dengan alasan buat proses pencairan beras. Kata dia error (EDC) kalau banyak orang, harus berdua. Ini sama saja sudah mencemarkan nama baik saya. Lillahi ta'alla, saya tulus niat kerja dan mengabdikan diri saya buat masyarakat," cetusnya.

Namun saat dimintai tanggapannya guna menyikapi perihal ini, Gunadih, Ketua TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Tambun Utara mengatakan dengan adanya bantuan dari Pemerintah Pusat terkait dana bantuan PKH, kita berharap agar benar-benar sampai ketangan masyarakat. "Kita selaku Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan siap mengawal sampai bantuan benar-benar ketangan masyarakat," ujarnya singkat.

Sayang, saat dimintai tanggapan terkait Wiwit apa benar atas perintahnya, Adi Iswanto selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) enggan memberikan tanggapan.

Terpisah, Camat Tambun Utara, Dodo Hendra Rosika menegaskan bahwa dirinya sangat mendukung penindakan tegas terhadap pelaku penyelewengan dana Program Keluarga Harapan. "Saya akan pecat jika ada yang terbukti," tegasnya. (YD)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber