rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Dituding Janggal, BPK dan KPK RI Diminta Audit Keuangan PDAM Tirta Bhagasasi

Selasa, 05 Maret 2019 | 07:13 WIB

RAKYATBEKASI.COM - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi yang merupakan penyedia jasa air bersih bagi area industri, bisnis maupun pemukiman penduduk di Bekasi, ditengarai memiliki sejumlah kejanggalan.

Kejanggalan tersebut menurut Konsultan Spiritual yang juga Pakar Pengasihan, Mas Liong Bie terlihat pada ketidakjelasan peruntukan dan penggunaan dari kutipan Rp8000 sebagai Biaya Perawatan dan Adm.

[BPK dan KPK Diminta Turun Gunung Audit Biaya Perawatan dan Adm PDAM Tirta Bhagasasi dan Patriot]

Tak hanya itu, Lion Bie juga membeberkan terkait beredarnya informasi dari sejumlah karyawan yang mempertanyakan gaji ke 13 beserta tunjangannya yang tak kunjung turun akibat kekosongan kas keuangan PDAM Tirta Bhagasasi.

"Dampak dari kejanggalan semua itu, maka kinerja Dirut, Dirum, Dirtek dan Dirus PDAM Tirta Bhagasasi harus segera dievaluasi oleh kedua pihak Pemerintah Daerah, dalam hal ini Bupati dan Wali Kota Bekasi," papar Lion Bie kepada RAKYATBEKASI.COM, Selasa (05/03).

Lion Bie menambahkan terkait orientasi dan implementasi terkait standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pelayanan yang selama ini digaung-gaungkan oleh pihak PDAM, hanya sebatas kata kiasan yang berbanding terbalik dengan kinerja dan fakta di lapangan.

"Apalagi berbagai kalangan menilai kalau di bawah kepemimpinan Usep Rahman Salim selaku Direktur Utama belum mampu mensejahterakan para karyawannya. Bagi saya hal ini mencerminkan sangat perlunya dilakukannya evaluasi di internal PDAM Tirta Bhagasasi. Dan hal itu juga berlaku buat PDAM Tirta Patriot Kota Bekasi," imbau Lion Bie, yang juga selaku pengamat kebijakan publik.

Terpisah, Ketua Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Bekasi (HMPB), Dwi Prayoga, warga Kabupaten Bekasi yang juga mengaku sebagai pelanggan konsumen PDAM menuturkan kalau evaluasi kinerja jajaran direksi PDAM Tirta Bhagasasi memang harus dilakukan oleh Bupati dan Wali Kota Bekasi.

"Kami atas nama masyarakat Bekasi meminta kepada Bupati untuk segera melakukan evaluasi kinerja jajaran direksi PDAM Tirta Bhagasasi. Mobil mewah yang dimiliki Usep aja berjejer hampir 10 biji di rumahnya. Ingat, jumlah masyarakat Bekasi belum berbanding lurus dengan penyaluran air bersih, terlebih kontribusi PDAM kepada warga juga pembangunan Bekasi," ungkap Dwi.

[Kanwil DJP Jawa Barat II akan Serahkan Berkas Perkara yang Rugikan Negara Rp 7,1 miliar]

[DPRD Pertanyakan "22 Tahun" Persoalan Aset Daerah Kota Bekasi Tak Kunjung Usai]

Sehingga, lanjut Dwi Prayoga, banyak investor yang berani menanamkan modal secara besar-besaran demi pengelolaan air curah, sedangkan masih banyak masyarakat Bekasi yang membutuhkan air bersih belum menerima pelayanan yang prima.

"Sebagai pihak ketiga yang sudah bertahun-tahun menjalin kerjasama dengan PDAM selaku perusahaan milik BUMD, seperti PT MOYA, seharusnya bisa lebih transparan sehingga ada kontribusinya buat PAD," terangnya.

Dwi mengaku tidak habis pikir dengan ungkapan yang dikatakan dari salah seorang karyawan perihal kosongnya kas keuangan di PDAM Tirta Bhagasasi.

"Bayangkan, penjual air bersih persatu kubik sebesar Rp 9000 x 224.000 (kurang lebih jumlah konsumen) = Rp 2 milyar lebih. Belum lagi biaya Perawatan&Adm sebesar Rp 8000 x 224.000 = Rp 1,7 milyar lebih. Ditambah adanya asupan dari dana APBD, masa kas keuangan sampai kosong. Untuk itu kami menghimbau kepada BPK dan KPK RI agar segera melakukan audit keuangan PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi," tegas Dwi Prayoga.

Sekedar untuk diketahui, sejak tahun 1979 PDAM Tirta Bhagasasi mendapat konsesi untuk melakukan usaha dari Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dengan Nomor: 036/KPTS/CK/VI/1979, dengan bentuk lembaga Badan Pengelolaan Air Minum (BPAM) Kabupaten Bekasi dibawah pengawasan Proyek Air Bersih Jawa Barat.(YD)


Kategori : Bisnis ekonomi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber