rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

KAWALI Desak Grand Kamala Lagoon Segera Bersihkan Gunungan Sampah

Senin, 25 Nopember 2019 | 17:21 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Non Government Organization (NGO) Koalisi Kawali Indonesia Lestari atau KAWALI, mendesak pihak Grand Kamala Lagoon Bekasi segera membersihkan tumpukan sampah yang terlantar di kawasannya.

Pasalnya, sampah yang dibuang sembarangan, seperti ke bantaran sungai, situ/danau, pekarangan kosong, pinggiran jalan, air, taman dan fasilitas umum lain dipastikan nantinya akan menimbulkan berbagai persoalan.

"Akibatnya terjadi pencemaran lingkungan, seperti ancaman bau, penyakit, menjamurnya koloni lalat dan belatung. Semua ini akan mengganggu aktivitas ketika musim hujan tiba, misal akan dilanda banjir yang dipenuhi sampah karena saluran air tidak berfungsi karena tersumbat sampah, Pada akhirnya mengancam lingkungan dan kehidupannya," ujar Ketua Umum KAWALI, Puput TD Putra, Senin (25/11/2019).

Dikatakan Puput, persoalan sampah kerap menjadi momok yang mengkhawatirkan. Sehingga, alur prosedural dalam penanganannya harus dilakukan sesuai dengan peraturan.

"Kita menilai, diantara prosedur yang dikeluhkan adalah sampah yang hanya ditumpuk di satu tempat tanpa ada proses yang seharusnya. Hal ini menurut saya tidak sesuai aturan pengelolaan sampah berdasarkan UU No 18 tahun 2008 dan UU No 32 tahun 2009," ujar Puput.

[Dinas LH Kota Bekasi Siap Eksekusi Gunungan Sampah di Grand Kamala Lagoon]

Dirinya meminta agar Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menegur pihak-pihak yang dianggap lalai dalam menangani sampah di lingkungan masyarakat, sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.

"Kawali meminta pihak yang berkompeten tegas untuk menegur pihak pengelola sampah di sana, agar lebih memperhatikan pengelolaan sampah mereka dengan baik tanpa menyalahi regulasi yang berlaku," imbuhnya.

Puput menjelaskan, dalam pengolahan sampah skala besar, diharapkan mempunyai dasar 5 aspek, antara lain adalah:

  1. Aspek kelembagaannya: Apakah sudah ada lembaga yang mengurusi pengolahan sampahnya.
  2. Aspek Ekonomi/pendanaanya: Pendanaan ini juga penting, karena akan mempengaruhi konsep manajemen pengolahan sampahnya, apa lagi kalo pengolahannya mengunakan konsep teknologi tinggi (sistem termal). Tentu untuk operasional pengelolaannya butuh dana besar.
  3. Aspek Sosial dan budaya: bagaimana karakteristik wilayah dan budayanya. Ini penting diperhatikan juga dalam rencana pengolahan sampahnya.
  4. Aspek Hukum/Aturan, harus jelas dasar-dasar aturannya (perda atau perwali).
  5. Aspek teknologi: bila pengolahan konvensional sudah tidak mendukung, diperlukan pengolahan sampah dengan pola pemanfaatan teknologi tinggi yang ramah lingkungan.

"Artinya penanganan sampah dari hulu sampai ke hilir harus terintegrasi satu sama lainnya untuk mengurangi sampah secara terpadu dan tersistematis," tandasnya. (tian)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber