rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Berujung Saling Lapor, Pengurus Akui Gedung DPD Golkar Kota Bekasi Belum Dibayar Lunas

Rabu, 08 Juli 2020 | 14:37 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Polemik jual-beli aset Kantor Sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bekasi semakin memanas dengan dilaporkannya Andy Salim oleh Abdul Manan ke Polrestro Bekasi Kota atas tuduhan pengrusakan dengan laporan kepolisian yang bernomor LP/1546/K/VII/2020/SPKT/ Restro Bekasi Kota tertanggal 08 juli 2020.

baca juga: [Polemik Kantor Golkar Kota Bekasi Tak Kunjung Usai, Andy Salim: "Penguasa Zalim Saya Lawan"]

Dua hari sebelumnya, pria bernama lengkap Andy Iswanto Salim ini telah melaporkan Abdul Manan beserta tiga (3) orang lainnya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya atas tuduhan "Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Memberikan Keterangan Palsu ke dalam Akta Otentik" dengan nomor laporan kepolisian LP/3887/VII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.

Aksi saling lapor tersebut nyatanya tidak serta merta semakin mengaburkan khalayak dari persoalan yang sebenarnya.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) Maryadi Sorjo mengakui bahwa jual-beli aset Kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi sejatinya memang benar-benar terjadi.

"Kalau secara rugi, kami juga rugi, karena secara beli kami juga belum dibayar 'cash' semua, belum lunas. Lah kalau beliau menghitung masalah harus ganti sekian, sekian, sekian, tentu saya juga menghitung dong dengan kurs rupiah pada saat ini," ujar Maryadi kepada awak media pada konferensi pers yang digelar di gedung DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang berlokasi di Jl. Jenderal Ahmad Yani, Kel. Margajaya, Kec. Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (08/07/2020) siang.

kendati demikian, Maryadi mengaku kalau dirinya bersama dengan Pengurus DPD Partai Golkar Kota Bekasi yang lain berencana akan melaporkan Andy Iswanto Salim, selaku pihak pembeli Aset atas aksinya mendatangi gedung sekretariat partai berlambang Pohon Beringin tersebut, dengan tujuan memperjuangkan haknya dan menuntut kepastian hukum dari polemik jual-beli aset berupa gedung sekretariat DPD Partai Golkar Kota Bekasi.

"Saya bersama-sama teman berinisiatif, bahwa ini sudah melukai, menyinggung kami sebagai kader Golkar. Jadi, kami berencana hari ini akan melaporkan tindakan tidak menyenangkan, karena ini simbol-simbol Golkar kami. Simbol Partai Politik, karena sejak saya jadi pengurus pun saya berkantor disini. Ibarat rumah, tahu-tahu ada tamu datang, buka pintu bahkan di dalam video, saya lihat miris sekali kalau senior saya Hj. Titin diusir, itu bukan tupoksinya," beber Maryadi.

Yang akan kita laporkan, sambung Maryadi, yakni perbuatan atau tindakan tidak menyenangkan terhadap simbol-simbol Partai kami.

"Jadi ini murni inisiatif kita semua. Teman-teman yang lain lagi mengumpulkan bukti-bukti. Tentunya kita hormati institusi kita disini ya, kita akan melaporkan ke Polres Metro Kota Bekasi. Dan kita targetkan sore ini," terang Maryadi.

Namun ketika ditanya kenapa jual-beli aset partai bisa terjadi, Maryadi berkilah bahwa hal tersebut merupakan ranahnya pengacara partai.

"Ranah saya, saya sebagai Kader Partai Golkar merasa tersakiti akan melaporkan tindakan tidak menyenangkan, karena merasa simbol-simbol Partai Golkar dilecehkan. Dimana beliau membentak-bentak senior saya, mengusir senior saya dan ada saksinya," kilahnya.

Ketika disinggung bukankah pelaporan ini malah akan semakin memperkeruh suasana, Maryadi dengan tegas membantah karena menurutnya beda kasus.

"Pembagian jobdesk sudah jelas, Golkar itu banyak bagian-bagiannya. Justru kalau saya tidak ngomong begini, (malah) dianggap Golkar itu tidak ada," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kantor DPD Partai Golkar Kota Bekasi di Jl. Ahmad Yani Bekasi Selatan mendadak histeris. Pasalnya, seorang pengusaha bernama Andy Salim, mengklaim gedung tersebut merupakan miliknya dan mengusir pengurus DPD Partai Golkar yang tengah beraktivitas.

Pengusiran paksa Andy Salim, dilakukan pada Selasa (7/7/2020) kemarin. Dia bersama tim kuasa hukum meminta gedung tersebut segera dikosongkan. (tian)


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

© 2018 Rakyatbekasi.com. PT Jurnal Rakyat Media Grup. | Ketentuan Umum - Tentang Kami - Pedoman Media Siber