rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Stop Eksploitasi "Perokok Belia" demi Aturan KTR Yang Lebay

Jumat, 01 April 2016 | 08:27 WIB

Dok Pribadi Penasehat Perokok Bijak Bekasi, Afif Fauzi S, Sos.

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Berawal dari hanya sekedar coba - coba, terpengaruh oleh lingkungan dan juga mengikuti tren teman sebaya, banyak pelajar yang notabene masih di bawah umur itu, bersahabat erat dengan rokok seperti layaknya perilaku dan gaya hidup orang dewasa.

Tingginya rasa keingintahuan, meniru dan faktor kebiasaan mereka tidak diimbangi dengan sosialisasi dan pemahaman tentang larangan merokok bagi yang belum berusia 18 tahun, seperti yang tertera di iklan - iklan produk tembakau yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 109 Tahun 2012.

Menurut Afif Fauzi yang merupakan Penasehat Perokok Bijak Bekasi, kebiasaan merokok pada dasarnya merupakan hal sangat tidak dianjurkan

"Kami berharap seluruh pedagang rokok baik yang tradisional maupun modern, agar tidak melayani penjualan rokok pada anak-anak," ujar Afif melalui telepon selulernya kepadaRAKYATBEKASI.COM , Jum'at (01/04).

Tingginya jumlah perokok aktif dari kalangan pelajar, kata dia, sudah masuk dalam kategori yang sangat mengkhawatirkan.

"Meski data tersebut belum valid, ada yang menyebutkan bahwa 58.472 pelajar di Kota Bekasi adalah perokok aktif," cetusnya.

Dalam hal ini terangnya, lingkungan akan sangat memegang peranan penting untuk menekan jumlah perokok di kalangan pelajar SMP dan juga SMA.

“sebenarnya pengawasan dan penerapan sanksi berat dari pihak sekolah sudah cukup untuk menekan angka perokok remaja,” tutur mantan aktivis GmnI Cabang Bekasi ini yang sangat mendukung adanya regulasi tentang larangan keras merokok bagi pelajar dan anak di bawah umur di Kota Bekasi. 

Lebih lanjut alumni Sospol Universitas Islam '45 Bekasi ini menegaskan, peran serta aktif orang tua, guru dan lingkungan terdekat untuk berkomunikasi dua arah dengan perokok belia sangatlah dibutuhkan.

"Coba renungkan sejenak. Menurut KPAID, 30 % dari 194.907 siswa pelajar di Kota aktif adalah perokok aktif," imbuhnya.

Jumlah tersebut menurutnya tak lepas dari sumbangsih para perokok aktif dewasa di lingkaran terdekat mereka yang belum mereposisi menjadi seorang Perokok Bijak.

Tidak merokok di lingkungan pendidikan, kata Afif, adalah salah satu etika Perokok Bijak. "Larangan merokok untuk anak di bawah umur akan kontra produktif dengan menyuruh anak untuk membeli rokok di warung, atau pun seorang guru yang tetap merokok di lingkungan sekolah," jelas Afif.

Terakhir Afif berharap, agar sejumlah data perokok pelajar yang mencuat ke publik bukan sekedar agenda untuk mendorong aturan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang berlebihan dalam penerapannya.

"Kawasan tanpa rokok adalah pengaturan bukan pelarangan" tutupnya. (wok)

 

 


Kategori : Opini,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com