rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

Didit Susilo: Pengakuan Hotman Pane Jadi Juru Bicara Walikota Bekasi, Tidak Etis!

Senin, 08 Mei 2017 | 20:48 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) Kota Bekasi yang akan digelar pada tahun 2018 mendatang, sejumlah pihak mengaku sebagai pendukung nomor wahid calon Walikota Bekasi periode 2012-2022 tak ubahnya seperti cendawan di musim penghujan.

Tanpa tedeng aling-aling, pendukung nomor wahid tersebut bahkan berani mengaku sebagai juru bicara (Jubir) calon Walikota Bekasi petahana, Rahmat Effendi.

“Mau dibilang jubir atau apapun namanya gpp, yang penting saya lihat Pepen telah banyak berbuat untuk kebaikan kebhinekaan,” tulis Hotman Pane dalam pesan Grup WhatApps Forum KBB.

Meski pengakuan tersebut terbilang ‘lebay’, namun hal itu tidak menjadi soal bagi Hotman yang juga pengusaha Bajaj yang kini tengah akrab dengan Rahmat Effendi. Hotman lantas tidak menanggapi berbagai komentar miring pasca pengakuannya tersebut.

“Salam 2 periode,” tambahnya.

Menanggapi pengakuan Hotman Pane sebagai Jubir, Walikota Bekasi Rahmat Effendi lantas menyayangkan pernyataan Hotman tersebut.

Rahmat pun menegaskan bahwa perihal juru bicara dalam kepemimpinannya saat ini, sudah ditugakan kepada Humas Setda Kota Bekasi.

“Gak ada (jubir,red). Kalau di pemerintahan sudah ada humas yang menanganinya,” tegas Politisi asal Partai Golkar yang akrab disapa Bang Pepen ini di Kantor Pemkot Bekasi, Senin (08/05).

Adapun Jubir yang telah ditunjuk, kata Rahmat, adalah Naupal Alrasyid dan Muarakat. Kedua orang tersebut, terangnya, telah resmi ditugaskan untuk menjawab sejumlah persoalan-persoalan. Dijelaskan juga oleh Rahmat bahwa sebagai juru bicara juga harus memiliki Surat Keputusan (SK).

“Kalau buat kepentingan pilkada, nanti ada penugasan,” tambah Pepen.

Pasangan Ahmad Syaikhu yang terkenal dengan koalisi "PAS" nya ini mengingatkan jika ada pihak yang mengaku sebagai jubir, sejatinya pernyataan tersebut dapat diaktualisasikan sehingga mempunyai manfaat bagi kepentingan masyarakat Kota Bekasi.

Sementara itu jika hal tersebut hanya demi kepentingan pribadi ataupun untuk memuluskan bisnisnya semata, Rahmat yang juga Ketua DPD Golkar Kota Bekasi ini mengaku tidak dapat mentolerir hal tersebut.

“Kalau Hotman kan hanya simpati saja. Tapi, kalau pengakuannya itu punya dampak, ya jangan,” tandasnya.

Sementara itu, Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo menilai pengakuan Hotman sebagai juru bicara (jubir) Walikota Bekasi, dinilai kurang etis.

Bahkan menurut Didit, pengakuan tersebut malah dapat berdampak kurang baik bagi Walikota Bekasi petahana saat ini. Apalagi pihak yang mengklaim tersebut memiliki latar belakang sebagai pengusaha atau ketua sebuah organisasi ‘plat merah’.

“Kalau yang mengklaim itu latar belakangnya seorang pengusaha atau ketua oraganisasi binaan pemerintah cukup riskan bagi walikota bekasi petahana. Seharusnya, pihak yang mengklaim tersebut harus lebih cerdas lagi dalam memposisikan dirinya sebagai pendukung salah satu calon walikota bekasi. gak perlu berkoar-koar,” ujarnya.

Berbuat dan memberi masukan yang positif, lanjut Didit, merupakan langkah yang baik bagi proses pencalonan Walikota Bekasi petahana.

“Saya rasa terlalu dini untuk mempromosikan diri sebagai juru bicara saat ini. lebih baik berbuat kepada masyarakat saja atau memberikan masukan positif sehingga visi dan misi calon yang didukungnya itu bisa dirasakan seluruh warga Kota Bekasi,” pungkasnya.(boy/Tian)


Kategori : Politik,
Topik : Bekasi, Politik,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com