rakyat bekasi Ngerti'in Bekasi

BPTJ Serius Terapkan Sistem "Ganjil Genap" di Pintu Tol Bekasi Barat

Minggu, 20 Agustus 2017 | 16:24 WIB

RAKYATBEKASI.COM, KOTA BEKASI - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) nampaknya serius untuk menerapkan hasil kajiannya yakni dengan melakukan pembatasan operasional kendaraan berdasarkan pelat nomor ganjil genap untuk mengatasi kemacetan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Kepala BPTJ Bambang Prihantono menilai bahwa penerapan sistem ganjil genap tersebut sangat diperlukan, mengingat kemacetan pada ruas tol Jakarta-Cikampek sudah demikian parah sehingga perlu segera mendapat solusi untuk mengatasinya.

"Kami tengah berupaya memilih cara yang paling tepat dan memberi hasil yang optimal, meski harus memacu perubahan kebiasaan orang dalam bertransportasi," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihantono, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/08).

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Bambang Pri ini tidak memungkiri bahwa sejumlah kegiatan pembangunan yang digelar bersamaan seperti; pembangunan jalan tol layang (elevated toll road), jalur kereta api cepat, hingga Light Rail Transit (LRT) turut andil memacetkan jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Selain itu, kata dia, banyaknya kendaraan angkutan barang yang melaju di bawah ketentuan kecepatan batas minimal di jalan tol juga turut menambah berat beban kemacetan di ruas jalan tersebut.

"Untuk itu kita perlu melakukan rekayasa lalu lintas, agar lalu lintas lebih baik," lanjut Bambang Pri.

Lebih lanjut Bambang Pri mengingatkan bahwa tingginya volume kendaraan pribadi yang masuk ke ruas tol Jakarta-Cikampek, khususnya dari Bekasi perlu segera mendapat perhatian yang serius.

Dari hasil kajian BPTJ, kata dia, ada beberapa upaya rekayasa lalu lintas yang sudah dikoordinasikan dengan Direktorat Jenderal Binamarga Kementerian PUPR, Korlantas Polri, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT Jasamarga Tbk, dan Operator Angkutan Umum.

Hasil koordinasi tersebut, terangnya, ada tiga strategi penanganan macet yang disepakati dapat diterapkan pada ruas jalan tol tersebut.

Tiga strategi penanganan macet tersebut, bebernya, yakni konsep penerapan jalur khusus angkutan umum di ruas jalan tol Bekasi Barat-Semanggi, Re-routing atau perombakan rute angkutan barang dan penerapan ganjil genap di akses masuk tol Bekasi Barat.

"Kita tengah mengkaji sistem kendaraan nomor ganjil beroperasi pada tanggal ganjil, nomor genap pada tanggal genap. Itu khusus berlaku di akses masuk pintu tol Bekasi Barat pada pagi hari mulai pukul 06.00 - 09.00 WIB," beber Bambang Pri.

Dirinya menambahkan bahwa guna mendukung pembatasan operasional kendaraan ganjil genap tersebut, perlu disediakannya angkutan umum yang memadai. Selain itu, diperlukan juga tempat parkir di sekitar wilayah pintu tol Bekasi Barat yang representatif seperti di Mega Bekasi, Mall Metropolitan, Summarecon Bekasi dan Stadion Patriot.

Bambang Pri menggambarkan, bila separuhnya dari pengguna kendaraan pribadi tersebut beralih ke angkutan umum, dengan asumsi 1 kendaraan bermuatan 1,5 orang, maka akan ada 3300 orang yg beralih ke angkutan umum.

"Bila kita bisa menarik 3.300 pengguna mobil pribadi pindah ke angkutan umum, wah luar biasa itu. Pasti ruas jalan tol Jakarta-Cikampek akan lebih baik," tuturnya.

Upaya pembatasan yang sedang dikaji tersebut, menurut Bambang Pri juga akan bersifat sementara.

"Bila situasi kemacetan telah terurai dengan sendirinya karena pembangunan infrastruktur transportasi telah selesai, maka aturan bisa dicabut kembali. Masyarakat Bekasi kan jadinya sudah punya banyak alternatif ya," pungkasnya (*)


Kategori : Bekasi,
Topik : Bekasi,
Editor : Sulistyo Adhi

twitter

© 2015 Rakyatbekasi.com. All Rights Reserved. | Info Iklan - Redaksi - Tentang rakyatbekasi.com