Home / Bekasi Raya

Selasa, 27 April 2021 - 17:46 WIB

Tidak Peduli Terhadap Guru Honor, Mahasiswa Kecam Bupati Bekasi

Senin (26/04/2021) perwakilan FPHI (front pembela honorer Indonesia) melakukan Long March dengan berjalan kaki ke istana untuk menyampaikan aspirasi yang diduga Bupati Bekasi Mengabaikannya dan akhirnya menyampaikan langsung keresahannya kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Long march yang dimulai dari Kantor Bupati Bekasi menuju Istana Presiden sebagai wujud mencari keadilan dari kezaliman yang dialami oleh beberapa Guru Honorer Yang tergabung di FPHI dan selalu menyarakan perjuangannya aspirasinya yang tidak di gubris oleh Bupati Bekasi Terkait Gaji dan Janji Bupati Bekasi.

“Menjadi Citra Buruk Pendidikan di Kabupaten Bekasi yang tidak menghargai dan menepati janji kepada Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN dari Bupati sendiri sebagai Kepala Daerah. Yang menjanjikan seperti gaji Rp1,8 dinaikan Rp 1 juta menjadi Rp2,8 juta nyatanya baru terealisasi Rp300 ribu. Ini sudah membodohi Guru Honor bagi saya, seharusnya Bupati Bisa menepati janjinya! Sesampainya Perwakilan FPHI (front pembela honorer Indonesia) melakukan Long March dengan berjalan kaki ke istana” Ujar Japong Ketua Bem Fikom Ubhara Jaya.

Baca Juga:  Refleksi 3 Tahun Duet Maut Bang Pepen dan Mas Tri, Pemkot Bekasi Silaturahmi Dengan Insan Pers

Seharusnya Bupati bisa menyelesaikannya dan DPRD Kabupaten Bekasi pun seharusnya turun tangan terhadap keresahan Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non ASN tersebut, apalagi sekitar semingguan di istana yang akan di lanjut ke Komnas HAM gerakan tersebut
“Jangan buat malu dan menurunkan jasa Guru Honor di Kabupaten Bekasi, Mereka mempunya jasa yang besar terhadap anak bangsa. Akan tetapi malah saya menduga Bupati Bekasi tidak mempunyai hati nurani terhadap jasa guru saat ini, apalagi janji manisnya yang tidak bisa di tepati” Ujar Japong Ketua Bem Fikom Ubhara Jaya

Baca Juga:  Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Bekasi Kompak Hadiri Pelantikan Ikatan Alumni PMII

Menurut Ketua BEM tersebut yang dinyatakan bahwa ini semua sudah masuk perencanaan daerah, akan tetapi ini semua bicara tentang jasa guru, mereka yang butuh dalam perekonomiannya untuk kesehariannya. Ini semua kita sebagai mahasiswa patut melek terhadap hal ini

“Saya mengencam Keras Bupati Bekasi dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi untuk segera menyelesaikan kasus ini dalam waktu 1×7 hari, jika tidak terselesaikan juga maka saya nyatakan Bupati Bekasi GAGAL MEMIMPIN dan saya akan membuat konsolidasi besar besaran untuk membuat gerakan besar membantu Guru Honor tersebut”ujar japong

Mahasiswa tersebut akan membuat konsolidasi untuk membangun gerakan jika bupati bekasi masih belum menyelesaikan kasus ini secara cepat.

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Terkait SP TKK ASPAL, Mahasiswa Laporkan Dinkes Ke Kejari Bekasi

Bekasi Raya

Tak Patuhi Prokes, ATR/BPN Kota Bekasi Membiarkan Warga Berkerumun

Bekasi Raya

Partai Golkar Kota Bekasi Gelar Vaksinasi Gratis bagi 2.000 Warga

Bekasi Raya

LSM Somasi Desak Pemkot Bekasi Lelang Ulang Pemenang Proyek Revitalisasi Empat Pasar

Bekasi Raya

Rayakan Ultah di Hotel Aston Bekasi, 11 Orang Pelangggar Prokes PPKM Didenda Rp79 Juta

Bekasi Raya

Formabes Desak Dewas PDAM Tirta Bhagasasi Pecat Usep

Bekasi Raya

Seusai Disuntik Vaksin, Bang Pepen: Tak Usah Panik, Rasanya Seperti Digigit Semut

Bekasi Raya

Akibat Bapenda Lalai, Kota Bekasi Kehilangan Potensi PAD Rp2 Miliar Lebih