Home / Bekasi Raya

Kamis, 28 Oktober 2021 - 08:26 WIB

Bisnis Seragam di Tengah Pandemi, Kejaksaan Diminta Periksa Dinas Pendidikan Kota Bekasi

KOTA BEKASI – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di satuan pendidikan Kota Bekasi yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu, kini muncul permasalahan baru yang dirasa memberatkan para orang tua murid dengan membeli perlengkapan seragam sekolah yang disediakan oleh pihak sekolah melalui koperasi.

Padahal sebagai sarana pendidikan, sekolah bukanlah tempat penjualan seragam dan tempat meraup keuntungan, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini yang sangat berdampak hancurnya perekonomian masyarakat.

Seperti sebuah Baliho yang terpasang di pagar Kejaksaan Negeri Bekasi yang memuat protes masyarakat yang mengkritik Dinas Pendidikan Kota Bekasi yang dianggap tak memiliki empati apalagi nurani karena ditelan syahwat “bisnis seragam di tengah pandemi”.

Baca Juga:  PPDB Online Carut Marut, Orang Tua Siswa "Ngantri" Kepastian Di SMP 2 Kota Bekasi

Kemudian mereka meminta agar sekolah yang notabene sarana pendidikan menjadi sebuah tempat untuk meraup keuntungan dengan memainkan psikologi masyarakat untuk membeli seragam.

Secara khusus mereka meminta kepada Kejaksaan Negeri Bekasi, pertama untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi beserta Kepala Bidang SMP-nya. Namun anehnya ada pengecualian, jangan periksa Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi.

Baca Juga:  BMPS Kota Bekasi: Yayasan Tagih Tunggakan SPP Siswa adalah Hal Yang Wajar

Kedua, Kejaksaan Negeri Bekasi juga didesak untuk segera memberitahukan hasil pemeriksaannya kepada segenap masyarakat Kota Bekasi melalui media massa.

Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat mengetahui keberanian Kejaksaan Negeri Bekasi dengan merealisasikan keinginan masyarakat.

Kami juga berhasil menemukan nota pembelian perlengkapan seragam serupa di salah satu SMPN di Kota Bekasi dengan uang muka atau DP yang sama, yakni Rp500.000,-.

Baliho yang juga dilengkapi nota pembelian yang berisi tak kurang dari 14 macam kebutuhan seragam siswa dengan uang muka atau DP sebanyak Rp500.000,-, diikuti dengan permintaan agar “Jangan Jadikan Sarana Pendidikan di Kota Bekasi menjadi Lahan Bisnis” dan diakhiri SALAM TUT WURI HANDAYANI. (Mar)

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

DPC GMNI Bekasi Kutuk Keras Aksi Represif Oknum Kepolisian Terhadap Demonstran

Bekasi Raya

Jumlah Pasien Covid-19 Turun, RSUD CAM Kota Bekasi Bongkar Tenda Darurat

Bekasi Raya

APBD Laporkan Dugaan Korupsi Kadis Damkar ke Kejari Bekasi

Bekasi Raya

Ketua LPM Cikiwul: Bukan Hamburkan Uang, Itu Kegiatan Forum Komunikasi

Bekasi Raya

Diduga Terlibat Suap Meikarta, KAS Desak KPK-RI Periksa Oknum Pejabat dan Politisi Pemkab Bekasi

Bekasi Raya

Macet Menahun di Pertigaan Sumir, Anggota DPRD Cuma Bisa Pasang Baliho?

Bekasi Raya

Pemkot Bekasi Perpanjang Masa PPKM Level 3 Hingga 30 Agustus 2021

Bekasi Raya

Terkait Dugaan Pungli Rp1,935 Miliar di SMAN 17 Bekasi, Ini Kata KCD Wilayah III