Home / Bekasi Raya

Monday, 22 November 2021 - 13:59 WIB

Terkait WiFi Rp30Juta per Bulan, Disdik Kota Bekasi Cuek Tanggapi Surat Mitigasi Resiko Inspektorat

BEKASI SELATAN – Terkait Mitigasi Resiko yang dikirimkan oleh Inspektorat Kota Bekasi kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi dalam pengadaan WiFi di lingkungan Disdik yang mencapai Rp30Juta dalam satu bulan.

Hingga saat ini Pihak Disdik belum memberikan surat balasan dari Inspektorat Kota Bekasi.

Sekretaris Inspektorat Daerah Kota Bekasi, Nesan Sujana mengatakan, memang dari surat mitigasi resiko yang kita layangkan ke Disdik per tanggal 8 Oktober hingga batas waktu 12 Oktober belum juga ada surat balasannya dari Disdik.

“Jadi surat itu lebih kepada memperingatkan atau me-warning kepada Disdik jangan sampai dan kehati-hatian. Itu terlalu tinggi atau seperti apa anggaran WiFi tersebut,” kata Nesan sapaan akrabnya.

Mantan Camat Pondokgede ini pun mengaku, bahwa surat tersebut sifatnya memperingati. Tetapi nyatanya belum dilakukan pembayaran.

“Kalau sudah dilakukan pembayaran bisa kita audit. Sayangnya Disdik itu susah dihubungi. Dan menurut Kadisdik Inayatullah sudah diturunkan nilainya. Tapi saya belum tahu berapa turunnya. Karena belum dibalas surat kita oleh Disdik sampai saat ini,” ucapnya.

Baca Juga  Macet Menahun di Pertigaan Sumir, Anggota DPRD Cuma Bisa Pasang Baliho?

Selain itu, pihaknya dalam hal ini hanya memperingati utnuk berhati-hati dalam menggunakan anggaran. Mungkin itu terlalu tinggi atau gimana nilainya. Pohaknya meminta untuk dicek dan ricek agar harganya tidak terlalu kemahalan.

“Saya juga belum tahu ya, berapa nilai satu WiFi di dalam lingkungan dinas. Coba silahkan Abang ke PPK Disdik Pak Krisman,” ujarnya.

Pada intinya, pihak Inspektorat menurut Irban 4 yang melayangkan surat itu sampai hari ini belum ada surat balasannya.

Namun, pihaknya juga merasa sulit melakukan audit karena belum dilakukan pembelanjaan dan belum ada jawaban dari surat yang dikirim inspektorat.

“Kita hanya me-warning ya jangan sampai terjadi kemahalan atau apa. Kalau Rp30Juta sebulan apa iya segitu nilainya satu titik? Perencanaan saya minta disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

Baca Juga  LSM Somasi Desak Pemkot Bekasi Lelang Ulang Pemenang Proyek Revitalisasi Empat Pasar

Sementara, saat di konfirmasi pihak Disdik Kota Bekasi, Kepala Disdik, Inayatullah dan Sekretaris Disdik Krisman Irwandi melalui WhatsApp hingga berita ini tertulis tidak ada respon.

Sementara itu terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar segera melakukan pertanggungjawaban soal penggunaan anggaran yang berkaitan dengan biaya fantastis langganan internet tersebut.

“Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi seharusnya lakukan evaluasi kepada staf beserta jajaran di dinas tersebut,” kata Sardi.

Tak hanya itu, politisi PKS ini pun mendesak Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar segera mengambil langkah tegas terkait laporan evaluasi mitigasi risiko tersebut.

“Disdik harus segera lakukan evaluasi kinerja, karena bagaimanapun ini menjadi beban kinerja Kepala Dinas,” ungkapnya. (Mar)

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Akibat Bapenda Lalai, Kota Bekasi Kehilangan Potensi PAD Rp2 Miliar Lebih

Bekasi Raya

Jeritan Pelaku Usaha Saat Surat Edaran PPKM Level 3 Kota Bekasi Berubah

Bekasi Raya

Bansos Kambing Sudah Didistribusikan Akhir November, Kepala DKPPP Kota Bekasi Mengaku Januari 2022, Data Penerima Fiktif?

Bekasi Raya

APPBI Apresiasi Konsistensi Wali Kota Bekasi Tetap Jalankan ATHB dan RW Siaga

Bekasi Raya

Dugaan Korupsi Pembangunan USB di SMAN 19, Kejari Bekasi Tetapkan Dua Tersangka

Bekasi Raya

Muscam KNPI Langgar Prokes Covid – 19, Wali Kota Diminta Evaluasi Pejabat Camat Bekasi Utara

Bekasi Raya

Rayakan Ultah di Hotel Aston Bekasi, 11 Orang Pelangggar Prokes PPKM Didenda Rp79 Juta

Bekasi Raya

Kades Lambangsari Bantah Adanya Anggaran Ganda Penanganan Covid-19