Home / Bekasi Raya

Rabu, 1 Desember 2021 - 06:18 WIB

Bansos Kambing DKPPP Kota Bekasi Habiskan Rp6,6M, Ketua Komisi II: Pengadaan dan Data Penerima Riil atau Fiktif?

BEKASI SELATAN – Sebagai salah satu langkah pemulihan ekonomi di wilayah Kota Bekasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi bakal menyalurkan sebanyak 1.100 ekor kambing kepada 100 kelompok tani yang mengajukan untuk melakukan budidaya atau beternak kambing.

Nantinya, 1.100 ekor kambing tersebut akan didistribusikan ke 100 kelompok tani yang tersebar di 11 Kecamatan yang ada di Kota Bekasi dan sudah terverifikasi sebagai pembudidaya atau peternak kambing.

Pemberian Kambing sebagai budidaya tersebut merupakan program Bantuan Sosial (Bansos) dari Pemerintah Kota Bekasi kepada masyarakat. Saat ini DKPPP Kota Bekasi sedang melakukan lelang dan direncanakan tahun 2022 mendatang, kambing tersebut akan siap didistribusikan kepada penerima yang sudah terverifikasi.

Kepala DKPPP Kota Bekasi, Herbert Suyanto Wilprit Panjaitan mengatakan bahwa program tersebut adalah yang pertama di Kota Bekasi, sebagai bentuk keseriusan pemerintah untuk memulihkan ekonomi dengan memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki penghasilan karena terdampak pandemi Covid-19.

Adapun teknis pendistribusiannya nanti, lanjut Herbert, setiap kelompok tani yang memenuhi syarat administrasi dan memiliki lahan akan menerima 10 kambing betina dan 1 ekor kambing jantan.

“Makanya Pemerintah hadir. Ini loh pemberdayaan Pemerintah. Tidak hanya kambingnya saja yang kita berikan. Kandang dan pakannya pun kita siapkan,” kata Herbert kepada Rakyat Bekasi saat ditemui di ruang kerjanya. Gedung Plaza Pemkot 10 lantai, jalan A Yani Kecamatan Bekasi Selatan Kota Bekasi, Senin (29/11) kemarin.

Diharapkan oleh Herbert, dengan budi daya kambing ini bisa beranak pinak sehingga masyarakat bisa mendapatkan manfaatnya. Kendati demikian, Herbert mengaku bahwa pemerintah juga tidak berharap keuntungan balik. Namun kambing yang nantinya akan beranak-pinak akan didistribusikan kembali ke kelompok lain.

Baca Juga:  M Fikri Aziz Kembali Nakhodai Perseroda Sinergi Patriot Bekasi

“Kalau dari Dokter Hewan kita, pembudidayaan kambing dalam setahun itu memungkinkan dua kali beranak atau melahirkan. Saat ini sedang proses pengadaan. Mudah-mudahan awal Januari 2022 bisa kita distribusikan dan Desember 2022 sudah bisa berkembang biak,” ucapnya.

“Terkait kambing hilang atau mati, kita sedang melakukan PKS-nya (Perjanjian Kerja Sama-red). Kita juga akan kunjungan terus ke kelompok budidaya,” terangnya.

Lebih lanjut Herbert membeberkan bahwa dari 100 kelompok tani yang menerima kambing untuk di budidayakan, paling banyak berada di Kecamatan Bantar Gebang dan Mustika Jaya karena kondisi alamnya memungkinkan.

“Dari 130 kelompok yang mengajukan, 100 kelompok yang telah terverifikasi dan berhak menerima,” tutupnya.

Sementara itu terpisah, Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mengatakan bahwa program Bantuan Sosial tersebut harus berdasarkan data penerima yang riil sehingga manfaat yang diharapkan benar-benar dirasakan masyarakat Kota Bekasi.

“Ya jangan seperti Kabid Peternakan DKPPP Kota Bekasi. Saya tanya, saya minta kirim data pengadaan lele, sampai sekarang tidak dikirim datanya. Sudah hampir dua bulan saya minta itu,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini pun mengungkapkan bahwa pihaknya mencurigai kegiatan pengadaan kambing bakal berjalan seperti pengadaan lele yang tidak jelas sebaran data penerima manfaatnya.

“Karena pengadaan lele saja, saya tanya dimana yang ada budidaya lele? Datanya mana? sudah dua bulan, iya iya saja, tidak pernah dikirim ke saya datanya. Saya telpon saja tidak pernah diangkat. Mau main-main apalagi ini? Ini jangan-jangan fiktif lagi? 50 persen tersebar ke penerima manfaat dan 50 persen sisanya tidak tahu kemana,” ucapnya.

Terkait fiktif atau tidaknya kegiatan tersebut, kata Arif, bakal terlihat dari kemudahan dalam mengakses data serta informasi distribusi kambing 100 kelompok tani yang ada di dinas tersebut yang tentunya harus transparan dan akuntabel

Lebih lanjut Legislator Kalimalang yang juga Ketua PAC PDI Perjuangan Bekasi Utara ini berharap agar pengadaan 1.100 ekor kambing itu bisa terealisasi dengan berdasarkan data penerima yang valid, bukan fiktif.

Baca Juga:  9.667 DUK Tunggu Kebijakan Plt Wali Kota Bekasi Usai Mutasi

“Jangan mentang-mentang ini anggarannya ada, lantas maelin hajar dibelanjakan. Nanti kita akan cek dua bulan atau tiga bulan sekali kemana distribusinya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, anggaran yang akan disiapkan Pemerintah Kota Bekasi untuk pengadaan 1.100 ekor kambing dan pakannya sebesar Rp4,380 miliar. Sedangkan untuk pengadaan kandang seluas 1.000 meter disediakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar.

Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp128 juta lebih untuk perlengkapan budidaya kambing, seperti; 12 unit mesin choper, 75 buah drum plastik, 200 buah Plastik Silate.

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Ini Dia Detail Edaran Pemkot Bekasi tentang Penetapan PPKM Level 3

Bekasi Raya

Ketua DPRD: Semoga Pj Bupati Bekasi Membawa Keberkahan dan Perubahan yang Positif

Bekasi Raya

Tolak Segala Bentuk Intervensi, Klub-Klub Anggota Desak Tim 9 Segera Gelar Pemilihan Ketua Persipasi

Bekasi Raya

Kapolrestro Bekasi Kota Cek Kesiapan Personil untuk Pengamanan Arus Mudik Lebaran

Bekasi Raya

Komisi II Geram Dibohongi DPMPTSP Terkait Izin Holywings Bekasi

Bekasi Raya

Fasilitas Nyaman dan Saling Menguntungkan, Perumda Tirta Patriot Perpanjang Kerjasama dengan BJB Syariah

Bekasi Raya

Kusnaman Diduga Biayai Pelantikan DPD Golkar Kota Bekasi, Rp100 Juta Itu Duit Siapa?

Bekasi Raya

PMII Universitas Bhayangkara Gagas Gerakan Filantropi “Kitchen Movement”