Home / Nasional

Rabu, 15 Desember 2021 - 06:18 WIB

Ketua DPR RI: Pemerintah Harus Sigap Tanggap Darurat Hadapi Bencana

Ketua DPR RI Puan Maharani | Foto: DPR RI

Ketua DPR RI Puan Maharani | Foto: DPR RI

JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta pemerintah untuk siaga dan sigap melakukan tanggap darurat terhadap sejumlah bencana yang belakangan ini terjadi. Terkait gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sejumlah daerah di Sulawesi, Puan meminta pemerintah memprioritaskan operasi penyelamatan warga.

“Simpati yang mendalam saya sampaikan kepada masyarakat yang terdampak gempa di NTT hari ini. Saya meminta Pemerintah segera mengerahkan aset nasional dan daerah serta kementerian/lembaga terkait untuk melaksanakan upaya penyelamatan dan tanggap darurat,” kata Puan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/12).

Menurut Puan, pemerintah harus bisa memastikan keselamatan warga dari dampak akibat gempa. Ia menilai keselamatan rakyat harus diutamakan di atas segalanya.

Selain itu, Puan juga mengingatkan perlunya penanganan khusus bagi balita, anak-anak, dan masyarakat berkebutuhan khusus. Pengerahan tenaga medis untuk memberikan pertolongan kepada korban pun harus menjadi perhatian.

Baca Juga:  Mahfud MD: KPU Bodoh kalau Mau Diintervensi Pihak Luar

“Masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap waspada terhadap ancaman tsunami dan gempa susulan. Ikuti imbauan dari petugas dan cari tempat perlindungan yang aman untuk memastikan agar diri dan keluarganya dalam kondisi aman,” ujarnya.

Mantan Menko PMK itu meminta pemerintah bersama instansi lainnya merencanakan dengan seksama penanganan terhadap risiko terjadinya bencana. Puan mengingatkan, banyaknya bencana alam di Indonesia akhir-akhir ini mengharuskan semua pihak bekerja sama agar bisa meminimalisir timbulnya korban, kerugian dan kerusakan.

“Kita ketahui banyak gempa terjadi di sejumlah daerah seperti di Jawa Timur, Jawa Barat dan Maluku baru-baru ini. Kemudian bencana erupsi Gunung Semeru dan kini Gunung Merapi semakin aktif, serta meningkatnya status Gunung Awu di Sangihe. Belum lagi bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah,” paparnya.

Puan juga meminta pemerintah meninjau ketersediaan cadangan APBN untuk bencana di berbagai daerah yang rawan. Dengan demikian, penggunaan uang negara dapat lebih efisien.

Baca Juga:  Delapan Fraksi di DPR Tolak Sistem Proporsional Tertutup pada Pemilu 2024

“Diperlukan mitigasi bencana di setiap Kabupaten/Kota untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan, khususnya terhadap warga,” ucapnya.

Selain itu, mitigasi bencana juga dinilai dapat menjadi landasan dalam perencanaan pembangunan. Puan pun mengingatkan pentingnya sosialisasi serta edukasi kebencanaan bagi masyarakat.

“Peningkatan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana dapat mengurangi dampak atau risiko yang akan ditimbulkan sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman,” tuturnya. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Mahfud MD: KPU Bodoh kalau Mau Diintervensi Pihak Luar

Nasional

Konsultasi dengan Dewan Pers, PDI Perjuangan Laporkan “Kompas” dan Dua Media Milik Surya Paloh

Nasional

Plt Wali Kota Bekasi Hadiri Summit APEKSI 2022 Bertajuk “Healthy Cities For All” di Semarang

Nasional

PPKM Level 3 Batal, Ruas Tol Ini Terapkan Ganjil Genap Saat Libur Nataru

Nasional

Berdalih Panel Listrik Berdebu, DPR Hamburkan Rp55 Miliar Buat Beli Lift Baru

Nasional

Warga Negeri Wakal Leihitu Berlebaran Hari Ini

Nasional

Meski Kasus COVID-19 Terkendali, PPKM Tetap Diperpanjang Selama 2 Minggu

Nasional

Polisi ungkap Kasus Joki Vaksinasi Bertarif Rp500 Ribu di Semarang