Home / Nasional

Kamis, 23 Desember 2021 - 00:14 WIB

Upah Joki Vaksin Rp800 Ribu Sekali Order, Pria Ini 17 Kali Disuntik

Joki vaksin Abdul Rahim

Joki vaksin Abdul Rahim

Upah joki vaksin Rp800 ribu. Ini adalah pengakuan pria bernama Abdul Rahim yang membeberkan sudah 17 kali suntik vaksin COVID-19. Tepatnya saat menjalankan sebagai joki vaksin di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Upah joki vaksin Rp800 ribu ternyata tidak semuanya sesuai orderan, karena pengakuan Abdul dia juga kerap mendapat bayaran Rp100 ribu. Lebih lanjut sesuai kabar yang beredar sejumlah pengguna jasa joki vaksin rata-rata merupakan pelaku perjalanan, namun takut disuntik.

Pengakuan Pengguna Joki Vaksin

Selain itu, salah seorang pengguna jasa joki vaksin mengaku menderita penyakit tertentu, tetapi meski mengantongi kartu vaksin untuk keperluan perjalanan.

Joki vaksin mengaku 17 kali suntik vaksin COVID-19 hanya mengalami pusing. Joki vaksin ini adalah seorang pria bernama Abdul Rahim, asal Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Pengakuan Abdul Rahim sangat mengejutkan publik. Pasalnya , pria berusia 49 tahun itu melakukan proses vaksinasi COVID-19 tidak seperti orang pada umumnya.

“Seandainya saya tidak ketahuan, mungkin saya masih menggantikan pasien untuk suntik vaksin,” kata Abdul saat kepada wartawan di Mapolres Pinrang, Sulawesi Selatan, Rabu (22/12/2021).

Abdul kembali mengaku tidak merasakan efek membahayakan dalam tubuhnya meski sudah sebanyak 17 kali suntik vaksin. Pria pengangguran itu mengaku baru mau berhenti bila muntah-muntah atau mengalami sakit jantung.

Baca Juga:  Putuskan Akses 3.856 Pinjol Ilegal, Kominfo Gagas Edukasi Literasi Digital Bagi Masyarakat

“Tapi selama ini tidak ada gejala yang parah, paling saya cuma merasa pusing dan sedikit lemas, tapi tidurnya enak,” ujar Abdul Rahim.

Awal Mula Ketahuan Publik

Nama Abdul Rahim mendadak ramai menjadi buah bibir publik usai mengaku menjadi joki vaksin COVID-19. Abdul membuat pengakuan di media sosial, mengejutkan lagi Abdul mengaku sebanyak 17 kali suntik vaksin.

Polres Pinrang, Sulawesi Selatan kemudian memeriksa Abdul dan sembilan saksi terkait terkait. Abdul Rahim hingga saat ini masih berstatus sebagai saksi usai membuat pengakuannya viral di media sosial.

“Kita sudah periksa kurang-lebih sembilan orang, termasuk Abdul Rahim, jadi sisa periksa enam orang lagi,” ujar Kasat Reskrim Polres Pinrang AKP Deki Marizaldi, Rabu (22/12/2021).

Menurut pengakuan para saksi Abdul menjadi joki vaksin setelah menawarkan ke beberapa orang. Adapula juga yang meminta langsung kepada Abdul untuk mewakili proses vaksin.

Baca Juga:  Meski Kasus COVID-19 Terkendali, PPKM Tetap Diperpanjang Selama 2 Minggu

Dinas Kesehatan Ambil Sampel Abdul Rahim

Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bersama Dinas Kesehatan Pinrang telah mengambil sampel darah dan urine Abdul Rahim. Sampel ini guna meneliti efek usai Abdul suntik vaksin sebanyak 17 kali.

Kemudian menelusuri kebenaran pernyataan Abdul Rahim sebagai joki vaksin. Mengingat tubuh pria pengangguran itu telah menjalankan suntikan 15 dosis pertama dan 2 dosis kedua dari vaksin jenis Sinovac dan Astrazeneca.

“Kemarin sudah ada hasil tapi dikonsultasikan dulu dengan dokter ahli di Makassar, hasilnya ditunggu,” kata Kadis Kesehatan Pinrang Dyah Puspita Dewi.

Dalam video yang diunggah Abdul Rahim, warga Kelurahan Bentengnge, Kabupaten Pinrang, mengaku jadi joki vaksin karena terbelit masalah ekonomi. Pelaku mengaku mendapatkan upah sebesar 100 ribu hingga 800 ribu rupiah.

Share :

Baca Juga

Nasional

DPR Restui Kenaikan Pertalite Sebesar 30% Jadi Rp10 Ribu/Liter

Nasional

Catat! Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri 1443 Hijriah

Nasional

Presiden Jokowi Serahkan Bonus Rp130,5 M kepada Peraih Medali SEA Games Vietnam

Nasional

KPK RI Tangkap Bupati Bogor Ade Yasin, Sejumlah Uang Disita

Nasional

Pemerintah Cabut Subsidi Minyak Goreng Curah Besok, Bikin Sulit Wong Cilik

Nasional

Terpilih Secara Aklamasi, Hakim MK Arief Hidayat Nakhodai DPP PA GMNI 2021-2026

Nasional

Vaksinasi dari Pemerintah Gratis, Laporkan Jika Dipungut Bayaran

Nasional

Hasil Investigasi TGIPF Kanjuruhan Perkuat Indikasi Kekerasan Aparat Tewaskan 132 Orang