Home / Politik

Kamis, 27 Januari 2022 - 06:29 WIB

Tonase Bertambah Tiap Tahun, Dewan Desak Plt Wali Kota Bekasi Serius Kelola Sampah

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim.

Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim.

BEKASI TIMUR – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk serius dalam pengelolaan sampah domestik mengingat setiap tahun volume sampah terus bertambah.

Selain teknologi pengelolaan sampah yang kini belum memadai, diperparah dengan lahannya yang semakin tahun semakin tak tertampung.

Oleh karena itu, menurut Arif, Pemkot Bekasi harus segera menemukan solusi dalam pengelolaan sampah, mengingat sebelumnya Kota Bekasi pernah ditawarkan kerjasama oleh pihak swasta dalam hal pengelolaan sampah.

“Kita juga sudah coba panggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Katanya sudah bertandang ke Cina sana dan sudah melihat teknologi pengelolaan satu tronton sampah menjadi tersisa hanya beberapa kilogram saja. Tetapi yang kita persoalkan sekarang ini, pihak swasta yang mana yang benar-benar mau investasi dalam pengelolaan sampah,” kata Arif sapaan akrabnya kepada Rakyat Bekasi, Rabu (26/01) sore.

Diceritakan oleh Arif, dulu Kota Bekasi pernah ada kerjasama dengan pihak swasta namun berakhir wanprestasi. Sehingga dirinya berharap nantinya konstruksi kerjasama antara Pemkot Bekasi dengan pihak Swasta harus diawali dengan keseriusan dan juga harus saling mendukung satu sama lain.

Baca Juga:  Bertemu Ketum Beringin, Kang Emil Pakai Baju Kuning

Seperti misalnya tidak ada lagi upaya menghambat proses kemajuan serta alih teknologinya, memberatkan perizinan dan lain sebagainya.

“Ini harus sinkron, kalau tidak dirubah dari sekarang (tahun 2022) ini, tidak dirubah kebijakannya, diperkirakan sudah tidak ada tempat lagi untuk membuang sampah pada tahun 2027-2030 mendatang,” tegasnya.

“Mau dibuang kemana lagi? Kalau sampai kita tidak memanfaatkan milik kita sendiri. Sementara kita juga masih ketergantungan dengan dana hibahnya DKI Jakarta,” tukasnya.

Namun persoalannya, kata Arif, Pemkot Bekasi harus serius 100 persen supaya pengusaha yang nanti bakal mengelola sampah tidak berakhir wanprestasi.

Sehingga dirinya meminta pemerintah jangan setengah-setengah untuk memikirkan solusi hulu hilir pengelolaan sampah.

Baca Juga:  Partai Demokrat Beri Sinyal 'AHY' Jadi Cawapres

“Yang saya lihat sekarang ini setengah-setengah. Bank sampah targetnya tidak sesuai. Hanya sekedar euforia launching program, kemudian mandek di tengah jalan,” cibirnya.

Ia juga menyampaikan, 10 tahun kedepan mau di buang ke mana lagi sampah warga Kota Bekasi. Kalau punya mimpi, diimplementasikan mimpinya, sehingga masyarakat bisa merasakan.

Polemik tata kelola sampah sekarang ini, kata Arif, dilihat oleh masyarakat. Dimulai dari mogoknya mobil sampah sampai satu minggu yang menyebabkan tidak terangkutnya sampah warga hingga berserakan dan menimbulkan bau tak sedap.

Permasalahan tersebut kemudian diperburuk dengan berkurangnya pendapatan asli daerah Kota Bekasi karena sejumlah komplek pemukiman warga memilih menyerahkan urusan pengangkutan sampah warganya kepada pihak swasta.

“Plt Wali Kota Bekasi harus menunjukkan keseriusannya dalam tata kelola sampah dengan teknologi mutakhir yang ramah lingkungan serta mempunyai nilai tambah seperti dapat menghasilkan energi listrik,” pungkasnya. (mar)

Share :

Baca Juga

Politik

Komisi I Harap Pemkot Bekasi Eratkan Sinergitas Demi Kepentingan Rakyat

Politik

Selain Rp200Juta Ke Politisi PKS, CBA Desak KPK Telusuri Aliran Dana dan Penggunaannya

Politik

Kantongi Restu Nasdem dan PAN, Anies Siap Berlaga di Pilpres 2024

Politik

Ini Dia “Kuda Hitam” Pengganti Sholihin Sebagai Ketua DPC PPP Kota Bekasi

Politik

PPP Akan Melawan Jika LKM-NIK Hilang dari Program Pemkot Bekasi

Politik

Gubernur Jabar Lantik Ahmad Marzuki Jadi Wakil Bupati Bekasi Besok, DPRD Siapkan Paripurna Pengangkatan

Politik

Tepis Tudingan Arogan, Sidak Komisi III Dinilai Salah Alamat

Politik

Ajak Perempuan Melek Politik, Partai Gelora Kota Bekasi Launching “PiPI”