Home / Politik

Jumat, 28 Januari 2022 - 01:32 WIB

Sikapi Alibi Chairoman Soal Rp200Juta, Gelora Kota Bekasi: Ketua DPRD Harus Gentlemen, Jangan Mencla-Mencle

Ketua DPRD Kota Bekasi asal fraksi PKS Chairoman J Putro.

Ketua DPRD Kota Bekasi asal fraksi PKS Chairoman J Putro.

KOTA BEKASI – Pernyataan Ketua DPRD Kota Bekasi yang juga mantan Ketua PKS Kota Bekasi, Chairoman J. Putro yang mengaku tidak tahu maksud uang sebanyak Rp200Juta yang diberikan oleh seorang perantara dari Walikota Bekasi non aktif Rahmat Effendi memancing banyak reaksi.

Partai Gelora Kota Bekasi, partai baru di Kota Bekasi yang aktif dalam dinamika sosial politik turut menyampaikan pendapatnya mengenai hal tersebut.

Feysal Sam Arief, Wakil Ketua DPD Partai Gelora Kota Bekasi mengatakan seharusnya Chairoman mampu bersikap ‘gentleman’ dan tidak berkelit dalam mengeluarkan pernyataan seputar uang yang diterima.

“Tentu itu mengada-ada ya, kita minta Ketua DPRD untuk ‘gentleman’, jangan berkelit, jangan ‘mencla-mencle’ karena ini publik sudah menyoroti kasus ini sejak KPK mengatakan akan menyelidiki DPRD juga,” ucap Feysal dalam sambungan telepon.

Sebagai Ketua DPRD, apa yang dilakukan oleh Chairoman menurut Feysal harus disikapi juga oleh Badan Kehormatan DPRD Kota Bekasi.

Baca Juga:  Bikin Heboh, Ini Dia Daftar Mutasi 16 Pejabat Eselon II Pemkot Bekasi

Oh iya kita juga mendesak untuk Badan Kehormatan DPRD Kota Bekasi turun tangan menyikapi, kita duga ini melanggar kode etik apa yang dilakukan oleh Chairoman,” tegas Feysal.

Apa yang dilakukan oleh mantan Ketua PKS Kota Bekasi tersebut dianggap Feysal seperti orang mau minum, sudah mau ditelan lalu dikeluarkan lagi.

“Beliau kan pejabat politik ya, ketok palu kebijakan ada di tangan dia, dia penentu kebijakan di DPRD Kota Bekasi, dia tanda tangan di paripurna APBD Kota Bekasi, jadi lucu kalau dia tidak tahu maksud si kurir kasih uang itu. Mirip orang minum, lagi asik kumur-kumur di mulut, mau ditelan tapi dikeluarkan lagi, kan gitu,” ucap Wakil Ketua DPD Partai Gelora Kota Bekasi.

Secara kepartaian, Feysal minta aparat penegak hukum juga menyikapi apa yang dilakukan oleh Chairoman. Jika dibiarkan ini akan jadi hal buruk bagi penegakan hukum di Indonesia.

Baca Juga:  Astrid Laena: Ade Puspitasari Sah Sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi 2020-2025

“Jika ini dibiarkan, ini pasti jadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan yang lebih bahaya adalah ini bisa dicontoh oleh orang lain, bahaya ini,” tutup Feysal. (*)

Share :

Baca Juga

Politik

Ade Puspita dan Jajaran Sambangi DPC PPP Kota Bekasi

Politik

KPUD Kota Bekasi Beberkan Prinsip Penetapan Dapil pada Pemilu Legislatif 2024

Politik

Elektabilitas Prabowo Masih Terkuat di Survei

Politik

BBHAR PDI Perjuangan Kota Bekasi Lakukan Pendampingan Hukum 800 Buruh PT Subur Djaya Teguh

Opini

Astrid Laena: Ade Puspitasari Sah Sebagai Ketua DPD Golkar Kota Bekasi 2020-2025

Politik

Selain Rp200Juta Ke Politisi PKS, CBA Desak KPK Telusuri Aliran Dana dan Penggunaannya

Politik

PAN Kota Bekasi Undur Diri dari Sejumlah Jabatan di Alat Kelengkapan Dewan
Saatnya Trah Soekarno Berlaga di Pilpres 2024

Politik

Kolaborasi Trah Soekarno dan Prabowo Menangi Laga 2024?