Home / Ekstra

Senin, 28 Maret 2022 - 18:16 WIB

Husin Munir: “Kemiskinan Ekstrem” Tak Boleh Ada di Kampung Pancasila

Ketua Umum Forum Budaya Jakarta Pesisir (FBJP), M. Husin Munir, menegaskan, tidak boleh ada kemiskinan ekstrem dalam sebuah lingkungan kampung Pancasila. Menurut Husin, Kampung Pancasila yang dihuni oleh manusia-manusia Pancasila tak akan membiarkan warga sekelilingnya hidup dalam kemiskinan ekstrem.

“Manusia Pancasila di Kampung Pancasila akan membantu tetangganya terbebas dari situasi kemiskinan ekstrem. Mereka juga akan mendorong dan membantu pemerintah mengatasi masalah kemiskinan ekstrem tersebut,” ujar Husin saat berbicara dalam forum Gerakan Membumikan Pancasila di Kampung Pancasila.

Acara tersebut diselenggarakan sejumlah elemen seperti Komju, Forum Budaya Jakarta Pesisir (FBJP), Pemuda Pancasila, FPK, bekerjasama dengan Polres, Kodim, dan Pemerintahan kota Jakarta Utara, di Jakarta Utara, Senin (28/3/2022). Forum ini akan berlangsung terus-menerus di setiap kelurahan di Jakarta Utara.

Menurut Husin, kemiskinan ekstrem tidak boleh ada di bumi Indonesia karena merendahkan nilai kemanusiaan. Kondisi kemiskinan ekstrem didefinisikan sebagai kondisi kesejahteraan yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem – setara USD 1.9 secara purchasing power parity atau sekitar Rp 5.500/kapita/hari. Ciri kemiskinan ekstrem lainnya adalah tempat tinggal yang sangat tidak layak dan minimnya akses layanan dasar.

“Umumnya, kemiskinan ekstrem dialami saudara-saudara kita yang cacat, lansia, atau sebatang kara. Warga harus menolong jika ditemukan ada kondisi semacam itu. Itu baru namanya manusia Pancasila,” kata Husin.

Di lain pihak, Husin mengatakan, pemerintah juga cukup serius dalam upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem. Sangat tepat jika dilakukan sinergi dan kerjasama di antara semua kalangan untuk mengatasi problem kemiskinan ekstrem ini.

Menurut Husin, selain bebas dari kemiskinan ekstrem, Kampung Pancasila harus mampu mengidentifikasi permasalahan warga dan memetakan potensi warga. Kampung itu juga tidak boleh semena-mena, tidak ada pungli, mendukung penciptaan lapangan kerja, dalam memiliki aparat yang bekerja efektif serta bersih.

Baca Juga:  THR Ludes Gegara Main Slot, Petugas PPSU Ngaku Dibegal

Di sisi lain, Husin menegaskan, kelembagaan warga harus bekerja dengan baik sehingga demokrasi, gotong royong, musyawarah, tanggap bencana, dan kelestarian lingkungan tumbuh dengan sehat. Warga juga bebas beribadah menurut agama dan kepercayaannya dengan tetap menjaga toleransi, keberagaman, persatuan, dan kebersamaan.

Baca Juga:  Tiba di Polda Metro, Marshel Mengumpat Anj**g ke Awak Media

Warga juga harus merasa aman dan terjamin jiwa, harta, dan kehormatannya. Nilai-nilai, norma-norma etika, dan kesopanan, terjaga. “Kita perlu mengutamakan hukum, kepentingan bersama, dan musyawarah. Selain itu, layanan dasar (pendidikan dan kesehatan), fasilitas umum, dan fasilitas sosial tersedia secara lengkap, berkualitas, dan terjaga baik,” ujar Husin.

Share :

Baca Juga

Ekstra

Simpan 76 Video Syur Dea OnlyFans, Marshel Akui Dirinya Memang Nakal

Ekstra

Komplotan Penipu Tunjangan Covid-19 Senilai US$250 Juta Terungkap

Ekstra

Puasa Ramadan Bermanfaat Redam Gejala Asam Lambung

Ekstra

Telkom Tegaskan Tidak Pernah Jual-Beli Data Pelanggan IndiHome

Ekstra

Layaknya Facebook dan Instagram, WhatsApp Uji Coba Hadirkan Stiker Avatar

Ekstra

Edan!!! Nuru Massage Alias Pijat Erotis Kini Hadir di Bekasi

Ekstra

Kini Anda Bisa Reservasi Layanan Kesehatan Via Google Search

Ekstra

APJII Desak Pemerintah Awasi Perang Harga Layanan Internet Fixed Broadband