Home / Bekasi Raya

Rabu, 27 April 2022 - 20:02 WIB

Sebelum OTT Raih Lima WTP Secara Beruntun, Kini Kota Bekasi Diganjar Opini WDP oleh BPK

KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Barat atas pemeriksaan laporan keuangan tahun anggaran 2021.

Opini WDP sebelumnya pernah dialami Pemerintah Kota Bekasi di tahun 2008-2009, lalu 2009-2010 hingga disclaimer.

Hal itu terjadi lantaran beberapa kasus dan laporan keuangan yang dianggap tidak wajar oleh BPK.

Opini merupakan pernyataan kewajaran profesional pemeriksa tentang informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan.

Kendati demikian, kewajaran ini bukan jaminan laporan keuangan yang disajikan oleh Pemerintah Daerah bebas dari kecurangan.

Apabila ditemukan kecurangan atau ketimpangan dalam laporan keuangan yang disajikan Pemerintah daerah, maka BPK akan mengungkapkan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP).

Sebagai buktinya, adalah predikat WDP yang diterima Pemerintah Kota Bekasi pada LHP tahun anggaran 2021.

Beberapa temuan yang mendasari BPK Provinsi Jawa Barat memberikan WDP kembali pada Kota Bekasi berdasarkan sejumlah temuan yang dinilai merugikan keuangan daerah, diantaranya adalah Folder 202 Tajimalela, Folder Kranji dan Pengelolaan Aset.

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, ada beberapa aspek penilaian yang dilakukan oleh BPK, diantaranya standar sistem akutansi pemerintahan, pengawasan intern, kecukupan informasi yang sesuai fakta.

Namun, dalam aspek tersebut ada beberapa yang memang dikecualikan seperti Folder 202 Tajimalela, Folder Kranji, hingga pengelolaan aset yang dianggap masih berpekara oleh BPK.

“Yang dikecualikan ini memang masih berpekara dan di indikasikan ada gratifikasinya. Namun di luar dari itu, meskipun ada temuan, namun masih bisa diperbaiki,” ucap Mas Tri sapaan akrabnya kepada Rakyat Bekasi, saat dihubungi, Rabu (27/04/2022).

Beberapa temuan di luar dari yang dikecualikan oleh BPK ini, kata Mas Tri, bukan hanya sebagai catatan untuk Pemerintah Kota Bekasi, melainkan harus diperbaiki.

“Kita perbaiki untuk tahun yang sebelumnya saja (tahun 2021). Sebab untuk tahun sebelum-sebelumnya, Pemerintah Kota Bekasi memang kan terbaik se-Jawa Barat, dalam penyelesaian rekomendasi sebelum-sebelumnya. Di Jawa Barat itu yang tertinggi 89 persen, dan Kota Bekasi 87 persen, artinya kita tertinggi kedua di Jawa Barat,” bebernya.

Belajar dari WDP kali ini, kata dia, Mas Tri mengaku pihaknya akan melakukan sejumlah perubahan terkait dengan penataan keuangan dan pengelolaan aset di Kota Bekasi.

Baca Juga:  ICW: Jual Beli Predikat WTP Berulang Kali, BPK Gagal Berbenah

Selain itu, dirinya juga akan mendorong optimalisasi pengawasan yang dilakukan oleh Inspektorat.

“Kalau dulu kita lakukan pengawasannya setiap enam bulan sekali. Ke depan kita akan melakukan setiap satu bulan sekali, baik itu soal retribusi dan pajak, hingga pada persoalan aset yang ditinjau dari hulu ke hilir, serta kerjasamanya,” pungkasnya. (mar)

Share :

Baca Juga

Pemain persija bambang pamungkas terima trofi piala presiden dari jokowi

Bekasi Raya

Saat Bepe Kehilangan Medali Juara Piala Presiden

Bekasi Raya

LSM Somasi Desak Pemkot Bekasi Lelang Ulang Pemenang Proyek Revitalisasi Empat Pasar

Bekasi Raya

Ketua DPRD dan Wakil Wali Kota Bekasi Kompak Hadiri Pelantikan Ikatan Alumni PMII

Bekasi Raya

Kena “Prank” Demonstrasi Gamasi, Disdukcapil Kota Bekasi Beberkan Penggunaan Alat Rekam yang Disoal

Bekasi Raya

Bikin Heboh, Ini Dia Daftar Mutasi 16 Pejabat Eselon II Pemkot Bekasi

Bekasi Raya

Usai OTT Wali Kota Bekasi, Perselingkuhan Lurah dengan ASN Kecamatan Rawalumbu Bikin Heboh

Bekasi Raya

Alamak, Sekretariat DPRD Kota Bekasi Hamburkan Rp1,575 Miliar Untuk Cetak Baliho

Bekasi Raya

Jabar Juara dan Go Digital Dipertanyakan, PPDB SMA/SMK Jawa Barat 2022 Tercium Aroma Kecurangan