Home / Bekasi Raya

Kamis, 5 Mei 2022 - 09:29 WIB

Guru Ngaji Deprok di Lantai Baznas Kota Bekasi, Ketua Komisi II: “Ini Pengelolaan Yang Gagal”

KOTA BEKASI – Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi Arif Rahman Hakim mengaku sakit hatinya saat mengetahui sejumlah Guru ngaji tidak mendapat pelayanan yang “prima” saat mengurus kebutuhannya di Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kota Bekasi.

Bagi Politisi Kalimalang yang juga santri ini, seorang Guru ngaji sudah seperti orang tua setelah bapak dan ibu yang melahirkan dan membesarkannya.

“Begitu mulianya Guru Ngaji dalam perjalanan hidup saya, sehingga memperkenalkan saya kepada Sang Khalik, yakni ALLAH SWT,” ucap Arif kepada Rakyat Bekasi, Kamis (05/05/2022).

Mengingat begitu besarnya uang yang dikelola oleh Baznas Kota Bekasi, kata Arif, tidak seharusnya menelantarkan para Guru Ngaji hingga duduk deprok di lantai karena tidak tersedianya kursi dan meja di area pelayanan.

Baca Juga:  Belum Ada Dropping dari Pusat, Stok Vaksin Covid-19 di Kota Bekasi Kosong

“Ini pengelolaan yang gagal,” ujarnya geram.

Lebih lanjut Legislator asal fraksi PDI Perjuangan ini mengaku sangat kecewa dengan pengelolaan Baznas Kota Bekasi yang seharusnya bisa lebih responsif dengan melakukan antisipasi apapun alasannya ketika terjadi penumpukan pelayanan.

“Saya rasa bukanlah soal gedung, namun soal menghormati para Guru Ngaji, itu yang terpenting. Pelayanan Baznas harus dirapikan lebih baik lagi, agar tak terjadi lagi hal tersebut di gedung yang baru nanti, seandainya terealisasi,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Baznas Kota Bekasi Ismail Hasyim menepis tudingan kantor yang dipimpin­nya memberi pelayanan tidak manusiawi kepada warga yang mengurus kebutuhannya di Baznas.

Baca Juga:  Terkait Penyusunan Rencana Pembangunan Daerah 2024-2016, Ketua DPRD Kota Bekasi Bilang Begini

Namun anehnya, ada hal yang tidak manusiawi terpantau di kantor Baznaz Kota Bekasi, yang saat ini masih numpang di Komplek Muzdalifah Islamic Center.

Parahnya, kondisi kantornya terlihat sangat tidak memenuhi estetika yang berakibat tidak nyaman dipandang mata karena seluruh plafon hampir jebol.

Hal tersebut terlihat dari warga masyarakat yang seharusnya mendapatkan pelayanan yang prima, terpaksa harus duduk deprok di lantai karena tidak tersedianya tempat duduk. (Mar)

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Kali Bekasi Tercemar Lagi, Perumda Tirta Patriot Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Pelanggan

Bekasi Raya

Pendaftar Jalur “KETM” SMAN 1 Kota Bekasi Tidak Sesuai Data Faktual, Panitia Tidak Lakukan Verifikasi Aktual

Bekasi Raya

Komisi III Desak Bapenda Kota Bekasi Gali Potensi Pendapatan Parkir dan Reklame

Bekasi Raya

Tingkatkan Sinergitas, Komisi 1 DPRD Kota Bekasi Gelar Rapat Kerja dengan Disdukcapil

Bekasi Raya

SK Pengesahan Wakil Bupati Bekasi Jadi Polemik, Penolakan Ahmad Marzuki Masih Berlanjut

Bekasi Raya

Tak Ada Dewan Yang Hadir Saat Didemo, HMI Bekasi: Kami Yang Minta Mas Tri Hadir

Bekasi Raya

Aktivis Bekasi Kecam Kebijakan dan Pencitraan Plt Wali Kota yang Ugal-Ugalan

Bekasi Raya

Terancam Banjir, Warga Perumahan Mutiara Gading Timur Tutup Saluran Air