Home / Politik

Selasa, 24 Mei 2022 - 16:26 WIB

100 Pelajar SMAN 14 Bekasi Hadiri Sosialisasi Bawaslu tentang Sistem Pemilu di Indonesia

KOTA BEKASI – Kurikulum Merdeka yang baru saja diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) sebagai opsi satuan pendidikan dalam rangka pemulihan pembelajaran tahun 2022 sampai dengan 2024, memberi peluang bagi siswa SLTA untuk mengenal lebih dalam tentang penyelenggaraan Pemilihan Umum di Indonesia.

Kali ini, 100 siswa berasal dari SMAN 14 Bekasi mendapat giliran dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi mengikuti kegiatan Project Suara Demokrasi yang dihelat pada, Selasa (24/05/2022).

Baca Juga:  Partai Ummat Dinyatakan Lolos, Amien Rais Sebut Jokowi Sebagai Guru Bangsa

Sosialisasi Pengenalan Tentang Sistem Pemilihan Indonesia

“Kegiatan ini bertujuan untuk pengenalan tentang sistem pemilihan Indonesia, mengetahui tentang tata cara pemilihan di Indonesia, terutama mengetahui hak-hak pemilih pemula,” ungkap Koordinator Divisi Hukum, Humas dan Datin Bawaslu Kota Bekasi, M. Iqbal Alam Islami.

“Program ini bekerjasama dengan SMAN 14 Bekasi yang diikuti oleh 100 siswa dan perwakilan sekolah,” tambahnya.

Iqbal menjelaskan, Bawaslu terus berupaya meningkatkan partisipasi jumlah pemilih dengan menggandeng sekolah tingkat lanjutan yang merepresentasikan pemilih pemula.

Share :

Baca Juga

Politik

12 Parpol Pilih Rancangan 5 Daerah Pemilihan dalam Uji Publik KPU Kota Bekasi, Tiga Parpol Abstain

Politik

Jadi Amunisi Baru PAN Kota Bekasi, Budy Somasi Siap Besarkan Partai

Politik

Koalisi Indonesia Bersatu Sangat Terbuka bagi Parpol Lain yang Ingin Bergabung

Politik

Uchok Sky Khadafi Minta Plt Wali Kota Bekasi Segera Rotasi ASN di Kasus Rahmat Effendi
Ketua umum partai garuda ahmad ridha sabana

Politik

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Politik

Dalam Peringatan Harlah ke-50, PPP Kembali Gunakan Logo Ka’bah Lama

Politik

KPU Kota Bekasi Gelar Verifikasi Faktual, Anggota Parpol Harus Punya KTA

Politik

Sosok Capres PDI Perjuangan Tidak Harus dari Trah Soekarno