Home / Bekasi Raya

Rabu, 8 Juni 2022 - 13:13 WIB

Gegara Setor Rp100 Juta, Warganet Kaskus Boikot Baznas Kota Bekasi

Kota Bekasi – Boikot Baznas Kota Bekasi mulai ramai di forum komunitas dunia maya, Kaskus melalui akun @tahubulatzz yang menyampaikan bahwa ‘Ketua Baznas Kota Bekasi Setor Rp.100 juta ke Rekening Masjid Rahmat Effendi’.

Dalam kolom komentarnya, warganet di akun @ngeri.tenan menyebut ‘gila, agama buat mainan. Iblis aj kalah inimah…’. Tidak hanya itu, akun @nasibungkus2020 dalam hastagnya juga memboikot Baznas. “#BoikotInfakBaznas #SedekahKeKitabisa

Sejak mengetahui kalo divisi amil zakat itu masuk programnya KNKES, ane dah jarang banget infak melalui lembaga amil.. mendiang dikasihkan langsung ke saudara, pemulung atau project yang jelas peruntukannya.

Soalnya lembaga amil zakat masuk bagian kroni kapitalisme syariah… Lembaga yang membuat arabisasi terus berkembang di Indonesia.”

Selain itu, akun bernama @dumpsys juga berkomentar “Kalau memang itu uang pribadi, bukan urusan.

Baca Juga:  Pengadilan Tipikor Bandung Gelar Sidang Pertama Rahmat Effendi Pagi Ini

Tapi kalau yang digunakan uang zakat/infaq/sedekah yang seharusnya disalurkan kepada para mustahik. Hukumannya harus berkali-kali lipat.”

Komentar warganet itu merupakan bentuk protes masyrakat terhadap adanya gratifikasi yang dilakukan oleh Ketua Baznas Kota Bekasi, Ismail Hasyim yang menjadikan dana ummat sebagai ‘Uang Panas’ kasus korupsi Wali Kota Bekasi Nonaktif, Rahmat Effendi.

Diketahui, Nama Ketua Baznas Kota Bekasi ini terseret dalam gratifikasi kasus Korupsi Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi.

Dimana, Ismail Hasyim ini memberikan Rp.100 Juta yang mengatasnamakannya ‘Sumbangan Masjid’ untuk Pepen sapaan akrab terdakwa.

Aliran dana gratifikasi tersebut diterima Pepen melalui rekening atas nama masjid. Total gratifikasi yang diterimanya sebesar Rp 1.852.595.000.

“Bahwa selama kurun waktu dari bulan Oktober 2021 sampai Januari 2022 dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, Terdakwa melalui Panitia Pembangunan Masjid Arryasakha Kota Bekasi yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Sakha Ramdan Aditya yang didirikan oleh Terdakwa dan keluarganya, menerima gratifikasi berupa uang,” ungkap Jaksa KPK, Amir Nurdianto dalam keterangannya pada Kamis (01/06/2022) lalu.

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Rp23 Juta Komisi Media Gathering DPRD Kota Bekasi Dibawa Kabur ‘AS’?

Bekasi Raya

KPP Bekasi Raya Jadi Proyek Percontohan Implementasi NIK Sebagai NPWP

Bekasi Raya

Belum Capai Target RPJMD, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Resmikan Puskesmas Cikiwul

Bekasi Raya

Tuntut Nama PCB Persipasi diganti, Suporter Bekasi Ancam Demo Askot

Bekasi Raya

Dua Pasangan Mesum Terjaring Operasi Yustisi di Apartemen Mutiara Kota Bekasi

Bekasi Raya

RSUD CAM Izinkan Senam Penderita Diabetes, Puluhan Juta Uang Kas Persadia Kota Bekasi Disoal

Bekasi Raya

Smart Card dan Inovasi Perubahan Tarif Dongkrak Pendapatan Uji KIR Kota Bekasi

Bekasi Raya

Dua Kartu Merah Warnai Kemenangan Persipasi Kota Bekasi Atasi Perlawanan Depok City di Liga 3 Jawa Barat