Home / Advertorial

Sabtu, 23 Juli 2022 - 06:14 WIB

H Bambang Supriyadi Dorong Bapenda Gali Potensi Tingkatkan PAD Kota Bekasi

BEKASI TIMUR – Anggota DPRD Kota Bekasi, yang juga Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai PPP, H. Bambang Supriyadi mendorong Bapenda untuk menggali potensi meningkat Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi.

Saat gelar rapat dengan Bapenda beberapa waktu lalu, pria akrab disapa Jibang ini mengusulkan ke Bapenda agar warung nasi seperti warteg di Kota Bekasi bisa di tarik pajak.

“Saya kira warteg di Kota Bekasi hampir ribuan jumlah. Kalau itu di progres, pasti bisa menjadi potensi pemasukan PAD,” tutur H Bambang, Jumat (15/7/2022).

Dirinya juga sempat bertanya kepada Bapenda, apakah warteg bisa masuk dalam objek pajak. Pihak Bapenda menjawab, setiap tempat usaha yang omset diatas 10 juta perbulan bisa dikenakan pajak.

Politisi PPP Kota Bekasi ini mengatakan bahwa saat ini pencapaian Target Pendapat Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi per bulan Juli 2022 sudah mencapai 44 persen.

Baca Juga:  Komarudin Apresiasi Kinerja Bapenda Kota Bekasi

“Data 44 persen Perbulan Juli itu kita dapat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kota Bekasi, hal ini dari berbagai sektor. Kebetulan kemarin itu Komisi III rapat dengan Bapenda, disitu saya bertanya kira-kira bisa tercapai gak target PAD di Tahun Anggaran 2022 ini dengan yang sudah ditentukan lalu mereka Optimis menjawab bisa tercapai dengan cacatan para Wajib Pajak segera membayar Pajak,” terang Bang Jibang sapaan akrabnya saat ditemui diruang kerjanya, Jum’at (15/7/2022).

Bendahara DPC PPP Kota Bekasi tersebut menambahkan bahwa dirinya tidak percaya dengan apa yang disampaikan oleh pihak Bapenda tetapi mereka meyakinkan para peserta Rapat ada yang tanggal 15 nanti Wajib Pajak membayar kewajibannya.

Baca Juga:  Sosok Aminah, Dari Guru Sekarang Jadi Anggota DPRD Kota Bekasi

“Namun disitu kita sarankan agar kita bersama-sama bekerja keras supaya target tersebut benar-benar bisa tercapai. Untuk sektor Perhotelan, target yang ditentukan Pemerintah Daerah itu 10 persen. Saya beritanya kenapa tidak lebih banyak? Saya sampaikan ke mereka ketika kami melakukan Studi Banding ke DKI, mereka berani 45 persen, kenapa kita cuma 10 persen? Mereka menjawab karena terkait dengan RPJMD Daerah yang 5 Tahunan,” terang Bang Jibang.

Saat disinggung adakah alasan OPD Pemkot Bekasi terhambat dengan adanya Pandemi Covid-19? Jibang menjawab tidak ada. Tahun 2021 lalu, pendapat Daerah kita malah surplus.

“Untuk itu Eksekutif harus bersinergi dengan kita. Agar kita bisa membantu bagaimana mengatasi kendala-kendala bagaimana yang dirasakan oleh Dinas terkait selama ini supaya kita bisa merencanakan apa sih tindakan kita nantinya,” tutupnya.(ADV)

Share :

Baca Juga

Advertorial

Paripurna Bahas Rancangan KUA PPAS 2022, Ini Yang Disampaikan

Advertorial

Komisi IV Minta Disdik Kota Bekasi Sosialisasikan PPDB Secara Masif

Advertorial

DPRD Kota Bekasi Bicara Soal Pemilihan Dirut Perumda Tirta Patriot

Advertorial

Heri Purnomo Bakal Kawal Aspirasi Warga Pondok Melati Soal Penambahan SMP Negeri

Advertorial

Walau Sudah Zero Kematian, DPRD Kota Bekasi Ingatkan Warga Perketat Prokes

Advertorial

Komarudin Apresiasi Kinerja Bapenda Kota Bekasi

Advertorial

Yogi Kurniawan Ingin Pemuda Peran Aktif Pembangunan Kota Bekasi

Advertorial

Sesuai RPJMD Kota Bekasi, Herpur Dorong Pembangunan Puskesmas Di setiap Kelurahan