Home / Opini

Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:04 WIB

Indonesia Punya Siapa?

Oleh: Yusuf Blegur

Meskipun gundah-gulana, rakyat harus tetap gembira. Meskipun hidup menderita, rakyat harus tetap bahagia. Meskipun tak tahu lagi republik tercinta ini kini milik siapa?. Rakyat harus tetap ceria sembari menyanyikan lagu tentang kesedihan Indonesia.

Pancasila siapa yang punya?.
UUD 1945 siapa yang punya.
NKRI siapa yang punya?.
Yang punya, entahlah mungkin sudah punya oligarki.

TNI siapa yang punya?.
POLRI siapa yang punya?.
ASN siapa yang punya?.
Entahlah, mungkin sudah punya oligarki.

Nahdlatul Ulama siapa yang punya?.
Muhamadiyah siapa yang punya?
Intelektual dan mahasiswa siapa yang punya?.
Yang punya, entahlah mungkin sudah punya oligarki.

Baca Juga:  Catatan Kecil 3 Tahun Rahmat Effendi - Tri Adhianto dalam Menahkodai Kota Bekasi

Petani siapa yang punya?.
Nelayan siapa yang punya?.
Buruh siapa yang punya?.
Entahlah, entahlah mungkin sudah punya oligarki.

Semua, semua, dan semua yang ada di negeri ini, mungkin sudah punya oligarki.
Tak ada lagi yang tersisa yang dimiliki rakyat pada negara bangsa ini.
Mungkin rakyat hanya punya keringat, darah dan nyawa yang sewaktu-waktu bisa melayang sia-sia.
Sudahlah lupakan dan pasrah saja menikmati saja mati dalam hidup, sambil bersenandung lagu Indonesia punya siapa?.

Baca Juga:  KPK Limpahkan Berkas Korupsi Rahmat Effendi dkk ke Pengadilan Tipikor Bandung

Munjul-Cibubur, 30 Juli 2022.

Share :

Baca Juga

Opini

Merengkuh Sosiologi Bencana di Tengah Bumi Nusantara

Opini

Akselerasi Tri Adhianto di Tengah Pusaran Politik Kota Bekasi

Opini

Penahanan Dokter Louis, Handuk Putih Buat Sang Boneka?

Opini

Ketua DPRD Dorong Penghapusan TKK, Politisi PKS Syaifuddaulah Tak Punya Empati dan Bikin Gaduh Kota Bekasi

Opini

Awas Jebakan Gerbong Kosong, AKD DPRD Kota Bekasi Harus Proposional

Opini

Kado Pahit 76 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia

Opini

Rishi Sunak dan Anies Baswedan: Warna Kulit vs Ideologi

Opini

Wahai Pemuda, Renungkanlah! Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan