Home / Bekasi Raya

Rabu, 10 Agustus 2022 - 13:19 WIB

Optimis Capai Target Tahun 2022, IPALD Kota Bekasi Pastikan Setor PAD Rp2 Miliar Lebih

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) di Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang.

KOTA BEKASI – Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPALD) milik Pemerintah Kota Bekasi yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengelolaan Air Limbah Domestik (UPTD PALD) Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi yang berlokasi Sumur Batu, dipastikan akan capai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekira Rp2 miliar lebih pada tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Disperkimtan Kota Bekasi, Widayat Subroto Hardi yang mengaku bahwa saat ini IPALD Kota Bekasi menjadi proyek percontohan Nasional.

Hal ini mengingat banyak pemerintah daerah di Indonesia yang belum melakukan pengelolaan limbah domestik yang diurus langsung oleh pemerintah daerah.

“Alhamdulillah saat ini menjadi percontohan beberapa daerah, karena dianggap berhasil. Namun demikian IPALD Kota Bekasi yang berlokasi di Sumur Batu, Bantar Gebang, saat ini belum memadai karena masih kurang luas,” ujar Subroto kepada rakyatbekasi.com, Rabu (10/08/2022).

Subroto mengungkapkan bahwa IPALD yang saat ini dikelola pihaknya sudah masuk menjadi BLUD atau pengelolaan langsung.

Bahkan Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, menargetkan setoran PAD dari sektor ini lebih dari Rp2 miliar.

Baca Juga:  Rayakan Tahun Baru Islam, Pemkot Bekasi Gelar Pawai 1 Muharram 1444 Hijriah

“Target untuk PAD sebesar Rp2 miliar lebih, dan IPALD Kota Bekasi saat ini sudah setor PAD Rp1,9 miliar. Saya pastikan hingga akhir tahun, capaiannya akan lebih dari target,” ungkapnya.

Lebih lanjut Subroto membeberkan bahwa BLUD IPALD Kota Bekasi dikelola oleh 65 orang personil dan dilengkapi 8 unit truk pengangkut limbah sebagai dukungan teknis dengan cakupan area layanan 56 kelurahan se-Kota Bekasi. Untuk tahap awal target utama adalah perusahaan yang ada di Wilayah setempat.

“Saat ini 8 unit armada memang masih tergolong kurang dengan cakupan area layanan 56 kelurahan. Namun demikian kita optimalkan sumber daya yang tersedia saat ini dengan bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah,” bebernya.

Perusahaaan penghasil limbah yang beroperasi di Kota Bekasi, lanjutnya, menjadi target utama untuk mendulang PAD terbanyak jika dibandingkan dengan perorangan.

Baca Juga:  Buka Pelayanan Adminduk untuk Warga di CFD, Disdukcapil Kota Bekasi Makin Keren

“Pembayaran bisa cash ataupun transfer, ada layanan yang disiapkan. Warga pun dapat mengakses layanan di laman web Kota Bekasi,” pungkasnya. (mar)

Share :

Baca Juga

Bekasi Raya

Lambat Beri Hukuman PNS Selingkuh, Komisi I Semprot BKPSDM Kota Bekasi

Bekasi Raya

Ini Dia Alasan Wali Kota Bekasi Anggarkan Rp1,1 Miliar untuk Karangan Bunga

Bekasi Raya

Hadir Saat Gerombolan “Pokja” Audensi ke Wali Kota Bekasi, Sekwan: “Jangan Terpengaruh dengan Foto Bang”

Bekasi Raya

Pasien Isolasi Tewas Usai Terjun dari Gedung RSUD CAM Kota Bekasi

Bekasi Raya

Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi Didakwa Terima Suap Rp19,5 Miliar

Bekasi Raya

Lautan Warga Kota Bekasi Banjiri CFD ke II di Masa Pandemi Covid-19

Bekasi Raya

Korupsi Rp17 Miliar, Wali Kota Bekasi Nonaktif Cuma Dituntut 9,5 Tahun

Bekasi Raya

Tolak Segala Bentuk Intervensi, Klub-Klub Anggota Desak Tim 9 Segera Gelar Pemilihan Ketua Persipasi