Home / Nasional

Jumat, 12 Agustus 2022 - 07:55 WIB

Ketua Satgas Penanganan Covid-19: Kita Tidak Tahu Kapan Terinfeksi, Jangan Jemawa

Angka kematian akibat Covid-19 yang mengalami tren peningkatan perlu disikapi dengan menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi dosis penguat. (ilustrasi)

Angka kematian akibat Covid-19 yang mengalami tren peningkatan perlu disikapi dengan menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi dosis penguat. (ilustrasi)

JAKARTA – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 yang mengalami tren peningkatan perlu disikapi dengan menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi dosis penguat.

Menurut dia, angka kematian yang cukup tinggi adalah alasan agar kita masih harus berhati-hati dan tetap pakai masker.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan, angka kematian akibat Covid-19 yang mengalami tren peningkatan perlu disikapi dengan menerapkan protokol kesehatan serta vaksinasi dosis penguat.

Menurut dia, angka kematian yang cukup tinggi adalah alasan agar kita masih harus berhati-hati dan tetap pakai masker.

“Karena kita juga tidak tahu kapan akan terinfeksi Covid-19, jangan jemawa,” kata Zubairi Djoerban yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (11/08/2022).

Secara nasional penambahan kasus aktif Covid-19 pada Rabu (10/08/2022) tercatat sebanyak 1.002 orang, sehingga total kasus aktif 52.043 orang.

Pasien yang meninggal pada hari itu tercatat sebanyak 18 jiwa sehingga total kematian menjadi 157.149 jiwa. Sedangkan angka kesembuhan bertambah 4.906 orang.

Baca Juga:  Jika Jadi Naik, Airlangga Bocorkan Harga Pertalite dan Pertamax

Zubairi mengatakan, beberapa gejala Covid-19 yang muncul di antaranya pegal linu, batuk bersin, dan suara serak. Jika mengalami hal tersebut, maka perlu konsultasi kepada dokter.

“Prinsipnya kalau demam lebih sehari apalagi tiga hari, pergi ke dokter untuk pastikan penyebab demamnya apa,” kata dia.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa Covid-19 masih ada. Penggunaan masker di dalam dan luar ruangan menjadi wajib di tengah kondisi penularan kembali naik dan munculnya varian baru.

“Saya juga ingin mengingatkan kepada kita semuanya bahwa Covid-19 masih ada. Oleh sebab itu, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, memakai masker adalah masih sebuah keharusan,” kata dia.

Presiden juga meminta masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi dosis satu, dua dan booster karena sangat penting meningkatkan kekebalan imunitas hingga dua kali lipat. Vaksinasi booster juga bisa melindungi orang tua dan masyarakat yang memiliki komorbid.

Sementara itu Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono dalam konferensi pers Serosurvei Nasional Ketiga hari ini mengatakan proporsi masyarakat Indonesia yang memiliki kadar antibodi terhadap SARS-CoV-2 meningkat menjadi 98,5 persen berdasarkan hasil serologi survei (serosurvei) pada Juli 2022.

Baca Juga:  Bukan Karena Ikut Acara Klub Mobil, Polisi: Roy Suryo Ditahan Karena Pasal Berlapis

Dalam tiga tahapan serosurvei yang bergulir Desember 2021, Maret 2022, dan Juli 2022, diperoleh laporan median kadar antibodi masyarakat meningkat dari 444 unit per mm, jadi 2.097 unit per mm.

Menurut Pandu, jumlah antibodi itu cukup untuk menekan risiko keparahan akibat infeksi Covid-19, bahkan menghindari risiko kematian.

Pandu mengatakan kadar antibodi tertinggi berdasarkan kelompok umur dialami masyarakat usia 60 tahun ke atas.

“Di atas 18 tahun juga mulai meninggi karena kelompok 18 tahun ke atas sudah ada program vaksin booster sejak Januari 2022. Sehingga pas Juli terjadi peningkatan,” terangnya singkat. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

PPKM Level 3 Batal, Ekonom: Berdampak Positif untuk Jangka Pendek

Nasional

Siaga Hadapi Wabah Cacar Monyet, Kementerian Kesehatan Siapkan 10.000 Dosis Vaksin

Nasional

Meski Kasus COVID-19 Terkendali, PPKM Tetap Diperpanjang Selama 2 Minggu

Nasional

PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 2 Pekan

Nasional

DPR RI: UU TPKS Bukan untuk Dukung LGBT

Bekasi Raya

Duit Suap Wali Kota Bekasi Mengalir Di Sejumlah Aset Milik RE

Nasional

Kominfo: Laman “PSE” Dihantam 20 Juta Serangan Siber dalam Sehari

Nasional

Asyik, Kini Tarif Transfer Antar Bank Turun jadi Rp2500