Home / Nasional

Kamis, 22 September 2022 - 08:45 WIB

Tenaga Kesehatan Jadi Prioritas Utama Vaksin Cacar Monyet

Nakes jadi prioritas utama vaksin cacar monyet (foto: kemkes.go.id)

Nakes jadi prioritas utama vaksin cacar monyet (foto: kemkes.go.id)

JAKARTA – Ketua Satuan Tugas Monkeypox (Cacar Monyet) Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Hanny Nilasari merekomendasikan tenaga kesehatan (nakes) sebagai penerima prioritas vaksin cacar monyet.

“Sama seperti yang sebelumnya pemberian vaksin tidak untuk semua yang bersifat massal. Tapi indikasi terbatas, artinya pasien kontak erat, tenaga kesehatan, serta populasi risiko tinggi, misalnya untuk kasus yang di-tracing. Jadi vaksin memang bukan untuk meniadakan penyakit tapi untuk meminimalisir,” kata Hanny dalam pertemuan secara virtual, Rabu (21/09/2022) siang.

“Kan ada 15 laboratorium seluruh Indonesia yang mendapatkan tugas untuk melakukan pemeriksaan untuk identifikasi virus monkeypox ini. Jadi, terutama untuk tenaga-tenaga kesehatan di lokasi-lokasi tersebut,” lanjut Hanny.

Baca Juga:  PPKM Lanjut Sampai 23 Agustus 2021, Bekasi Tetap di Level 4

Selain itu, pasien dengan populasi risiko tinggi khusus seperti kelompok homoseksual dan biseksual, juga masuk kategori penerima vaksin cacar monyet.

Dimana berdasarkan penelitian, penyakit menular ini dominan terjadi di kalangan homoseksual dan biseksual.

Baca Juga:  Etho Resmi Calonkan Diri Sebagai Ketua Umum PSSI 2023-2027

“Kalau hal itu diakui oleh pasien tentunya akan kita golongkan dalam kelompok yang berisiko atau prioritas untuk mendapatkan vaksin,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia telah memesan 2.000 dosis vaksin monkeypox produksi Bavarian Nordic untuk melindungi masyarakat dari risiko penularan.

“Dari vaksinasi, kita sudah memesan vaksinnya 2.000 dosis dari Bavarian Nordic dibantu KBRI Denmark, karena ada vaksin monkeypox di sana,” kata Budi.

Sementara terkait pengobatan terhadap pasien monkeypox, ia mengaku cukup dengan obat-obatan yang masih relevan dengan cacar biasa. (*)

Share :

Baca Juga

Nasional

Dipaksa Terbit saat Reses, DPR Harus Tolak Perppu Cipta Kerja

Nasional

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Mutasi Kapolres Se-Jabodetabek

Nasional

Jejak PPKM Level 3 Nataru: Diumumkan Muhadjir, Dibatalkan Luhut, Dijelaskan Tito

Nasional

Ade Yasin Kena OTT KPK, PPP Hormati Proses Hukum

Nasional

Cukai Rokok Naik Tahun Depan, Ada Yang Curi Start?

Nasional

KPK RI Sarankan Jokowi Lapor Terkait Kiriman Jeruk 1 Truk dari Warga Karo

Nasional

Hacker Bjorka Berulah Lagi, Kali Ini 105 Juta Data Pemilih Bocor

Nasional

Upah Joki Vaksin Rp800 Ribu Sekali Order, Pria Ini 17 Kali Disuntik