Home / Ekstra

Rabu, 26 Oktober 2022 - 07:19 WIB

APJII Desak Pemerintah Awasi Perang Harga Layanan Internet Fixed Broadband

Perang tarif internet saat ini mulai menular ke penyedia layanan fixed broadband atau internet rumah.

Perang tarif internet saat ini mulai menular ke penyedia layanan fixed broadband atau internet rumah.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif melihat perang tarif internet saat ini mulai menular ke penyedia layanan fixed broadband atau internet rumah.

Perang tarif sebelumnya cukup ketat terjadi antar operator seluler.

“Harga Rp300.000 (per bulan) sebenarnya sudah pas, tetapi saat ini banyak penyedia fixed broadband yang menawarkan harga di bawah itu,” ungkap Muhammad Arif dalam acara “Perang Tarif Internet: Mungkinkan Menular ke Penyedia Fixed Broadband?”, di Jakarta, Selasa (25/10/2022).

Arief melihat, kompetisi layanan fixed broadband saat ini juga sudah semakin ketat, bahkan telah meluas ke luar pulau Jawa dengan semakin banyaknya peralihan aktivitas masyarakat dari offline ke online, seiring penerapan pola kerja hybrid.

“Meski demikian, perang harga layanan fixed broadband masih dalam batas wajar dan APJII sangat mendukung agar pemerintah terus mengawasi dan menjaga iklim kompetisi bisnis yang sehat,” sambungnya.

Baca Juga:  Kecam Tragedi Kanjuruhan, Spanduk Suporter Bayern Munchen: Lebih dari 100 Orang Dibunuh Polisi!

Indonesia sendiri merupakan pangsa pasar yang besar. Menurut data APJII, dari 250 juta lebih penduduk di Indonesia, jumlah pengguna internet di negeri ini pada 2022 mencapai 210 juta orang.

Dari total pengguna itu, APJII mengungkapkan hanya 14,5% yang memiliki fasilitas fixed broadband.

Sehingga potensi pelanggan di bisnis ini masih terbuka lebar. Dengan peluang pasar yang besar, maka persaingan di antara para penyedia layanan juga semakin ketat.

Untuk diketahui, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dalam Selular Congres 2022 menyebut tarif internet di Indonesia paling murah di Asia Tenggara.

Baca Juga:  Rayakan HUT RI ke-77, GIIAS 2022 Berikan Harga Khusus

Dari 12 negara di Asia Tenggara, tarif internet Indonesia menduduki posisi paling buncit.

Nilai rata-rata tarif internet di Indonesia yakni Rp6.028 per 1 Gigabyte (GB) dan Vietnam yang menduduki posisi ke-11 nilainya Rp7.030 per 1 GB.

Adapun tarif internet 10 negara lainnya di Asia Tenggara harganya sudah lebih dari Rp11.000 per 1 GB.

Tarif internet paling mahal yakni Brunei Darussalam yakni Rp32.014 per 1 GB. Murahnya tarif internet di Indonesia ini membuat kecepatan jaringan internet jadi lambat.

Kemenkominfo menyebut kecepatan internet di Indonesia rangking 110 di dunia dengan kecepatan sekitar 21 Mbps, di bawah Kamboja dan Myanmar. (mar)

Share :

Baca Juga

Ekstra

Kang Emil Perpanjang PSBB Bogor, Depok dan Bekasi Raya hingga 25 November 2020

Ekstra

Waspada Aksi Rampas Motor dengan Modus Debt Collector

Ekstra

Google Play Store “Defined of a Decade” Rilis 10 Aplikasi Terpopuler Pembentuk Generasi di Indonesia

Ekstra

Bagaikan Bumi dan Langit, Ini Dia Gaji KPK Vs Kejaksaan Agung

Ekstra

Hasil Penelitian PBB: Lubang Lapisan Ozon Berangsur Pulih Berkat Protokol Montreal

Ekstra

Ini Dia Sederet Tokoh Dunia yang Tutup Usia Pada 2022

Ekstra

Pemprov DKI Jakarta Cabut Izin Seluruh Outlet Holywings
Pemain persija jakarta marko simic saat tendangan salto

Ekstra

Marko Simic Kelelahan Usai Arak arakan Juara Piala Presiden